Sukabumi, Harian Umum - Banjir bandang yang memporak-porandakan 39 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 4 Desember 2024 lalu hingga kini belum pulih sepenuhnya.
"Masih ada 3 kecamatan yang berstatus tanggap darurat karena kondisi yang masih menyedihkan," kata Reza, aktivis lingkungan, melalui siaran tertulis, Selasa (24/12/2024).
Ia mengabarkan berada di lokasi untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban, dan melihat rumah-rumah yang hancur akibat terjangan banjir bandang, dan lingkungan yang rusak, porak poranda.
"Karena hujan deras pun masih terus mengguyur wilayah ini," imbuhnya.
Reza mengaku, ia dan kawan-kawannya fokus di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, di mana di sini banjir bandang merenggut 5 nyawa, merusak dua jembatan, yaitu Jembatan babakan wareng 1 dan Jembatan Sehati 1. Rusaknya kedua jembatan itu membuat aktivitas warga Desa Cidadap dan Desa Loji terhambat.
"Apa yang terjadi di Desa Cidadap ini, menurut dugaan saya, diakibatkan oleh aktivis penambangan. Karenanya, perlu mendapat perhatian serius terkait masalah perizinan dan pengelolaan tambang," kata Reza.
Aktivis lingkungan ini pun mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan konservasi alam agar musibah serupa tak terulang di masa depan.
"Mari ulurkan tangan untuk membantu korban terdampak banjir bandang Sukabumi,'" imbau Reza. (man)





