Tangsel, Harian Umum - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menyinggung soal tidak terbukanya Sekretaris DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terkait kunjungan kerja (kunker) para anggota DPRD, dan hasil dari kunker tersebut.
"Istilahnya penyelundupan ini (tidak terbuka soal kunker dan hasilnya), karena tidak melaporkan hasil dan kegiatan kunker. Mereka (Sekretaris DPRD dan Anggota DPRD) harus terbuka, ini kan harus masuk keketerbukaan publik. Konstituen itu harus tau, kalo sampe mereka tidak mau mempublikasikan berarti ada sesuatu," kata Trubus saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (14/4/2020).
"Harusnya dipublikasikan secara umum, hasil nya apa, itu harusnya diumumkan lewat laporan publik, tapi pada kenyataannya banyak anggota dewan yang diam-diam dan tidak mau terbuka soal kunker dan hasilnya," tambahnya.
Menurut Trubus, dalam setiap kunker Sekretaris DPRD dipastikan mengikuti setiap jadwalnya. Pasalnya, tambah Trubus, ini (mengikuti kunker) berkaitan dengan pelaporan penggunaan uang negara.
"Setwan (Sekretaris DPRD) itu biasanya ikut kunker. Karena kan ini urusannya sama laporan. Orang setwan pasti ikut, mereka pasti ikut karena ini menyangkut pertanggungjawaban memakai uang negara. Mereka pasti ikut," tandasnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu beberapa anggota DPRD Kota Tangsel melakukan kunker. Hal itu terungkap saat Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari PDI Perjuangan Tb. Bayu Murdani saat melakukan kunjungan ke Fraksi PDI Perjuangan.
"Harusnya ada empati, ya mereka (anggota legislatif Fraksi PDI Perjuangan) harus menjadi contoh, harus jadi garda terdepan, ini malah kunker. Jadi salah enggak? Enggak salah juga, karena tidak ada bentuk aturan, belum ada, kalau dibawa pada kemanusiaan, ya empatilah dikit. Tentu Kunker kemana, kan semua wilayah lagi terpapar,” kata Bayu kepada wartawan, Rabu (8/4/2020).







