Jakarta, Harian Umum-Pada bulan September ini, Jakarta mulai memasuki musim penghujan. Sebagai upaya pengendalian banjir, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta mengadakan kegiatan Gerebek Lumpur. Merupakan kegiatan pengerukan lumpur yang dilakukan secara massif di danau, sungai, waduk di Jakarta. Kegiatan ini untuk membantu mengurangi proses pendangkalan dengan mengerahkan alat berat berskala hingga 3 (tiga) kali lipat dari kapasitas biasanya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini mengatakan gerebek lumpur ini adalah kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak bulan maret 2020 lalu. Ia menyebut optimalisasi kawasan resapan air seperti waduk Ria Rio ini menjadi salah satu agenda prioritas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Sesuai arahan Pak Gubernur, meskipun covid-19 sangat mengkhawatirkan, tapi pengerukan waduk, kali dan sungai harus tetap diprioritaskan. Saat ini di 5 wilayah sedang dilakukan pengerukan tapi tetap dengan protokol kesehatan. Mulai dari pengerukan saluran mikro, makro, PHB, kali-kali dan juga waduk," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/9/2020).
Juaini menambahkan untuk pengerukan waduk Ria Rio, pihaknya menurunkan alat berat berupa escavator terapung sebanyak 15 unit. Ia menyebut saat ini daya tampung waduk Ria Rio menampung sekitar 170m³ dan alan dilakukan pendalaman waduk hingga 7 meter.
"Untuk di Ria Rio ini kita turunkan 15 unit bekhoe karena di sebagian wilayah sudah ada yang selesai, jadi alatnya kita tarik kesini. Rencana nya kita akan keruk hingga 7 kedalaman 6 sampai 7 meter," sambungnya.
Lebih lanjut Juani menjelaskan, target dari pengerukan waduk Ria Rio ini diharapkan dapat memberikan dampak resapan air sehingga bisa mengatasi genangan banjir di sekitar Pulo Mas. Ia memastikan pengerukan di 5 wilayah ini akan selesai pada akhir desember 2020.
"catchment area yang dilayani waduk Ria Rio ini adalah sekitaran pulo mas. Target dari kegiatan pengerukan di wilayah DKI Jakarta ini kita targetkan selesai bulan Desember," jelasnya.
Lebih lanjut, Juaini mengimbau agar jajaran dinas maupun sudin tetap semangat melaksanakan kegiatan sesuai protokol kesehatan. "Selanjutnya saya tetap mengimbau kepada teman-teman yang bertugas supaya tugas ini tetap dilaksanakan dengan semangat dan disiplin yang tinggi. Serta jaga kesehatan. Mudah-mudahan apa yang kita kerjakan hari ini dan selanjutnya selalu mendapatkan ridha dari Allah SWT," lanjut Juaini.
Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Yusmada Faizal menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan Gerebek Lumpur sebagai upaya memperbesar kapasitas tampungan air dengan cara pengerukan.
"Terima kasih Dinas SDA sudah melakukan kegiatan ini. Sudah dilakukan sejak bulan Maret dan April. Dan ini sesuai arahan Pak Gubernur, bahwa urusan banjir tetap menjadi prioritas yang harus ditangani." papar Yusmada.
Perlu diketahui, meski dilakukan di tengah situasi pandemi COVID-19, kegiatan Gerebek Lumpur dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Para personel yang hadir wajib melakukan 3 M, yaitu Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan secara rutin di tempat yang telah disediakan.
Kegiatan Gerebek Lumpur dilaksanakan secara berkelanjutan. Pada fase selanjutnya, Grebek Lumpur akan dilakukan di sungai, waduk, dan danau di DKI Jakarta. Selain itu, dalam upaya pencegahan banjir, Dinas SDA juga telah melakukan pembangunan sumur resapan, optimalisasi alat berat, serta penyiagaan sekitar 8.000 personel Pasukan Biru. (hnk)







