Jakarta, Harian Umum-Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Staff Khusus Presiden (SKP) meluncurkan program #temanKIP. Program ini merupakan langkah pengawalan guna memastikan manfaat Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah dirasakan dan sampai kepada mereka yang berhak menerima program tersebut.
Staf Khusus Presiden (SKP) Aminudin Ma'ruf beserta yang turut hadir dalam peluncuran itu menyampaikan program ini adalah langkah afirmasi pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan tinggi bagi seluruh Indonesia.
"#temanKiP adalah sebuah kerja sosial bersifat kerelawanan untuk memastikan manfaat KIP-Kuliah sampai pada mereka yang berhak. Sebagai langkah afirmasi pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan tinggi bagi seluruh Indonesia," ujar Aminuddin, di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, #temanKIP dibentuk untuk memperkuat kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama dalam menyalurkan bantuan Kartu Indonesia Pintar. Mas Amin, panggilan akrab Aminuddin, mengatakan #temanKIP akan mendelegasikan koordinator di kampus-kampus dan unsur mahasiswa untuk membantu memberikan informasi, pendampingan serta pengaduan untuk KIP Kuliah.
Selain itu, dia juga berniat untuk bersinergi dengan perguruan tinggi penyelenggara KIP Kuliah untuk memastikan program pemerintah itu berjalan. "Kami juga akan bersinergi dengan Rektorat Perguruan Tinggi Penyelenggara KIP-Kuliah" tambahnya.
Acara launching yang digelar di Auditorium Lantai 2 Kemendikbud RI ini dihadiri oleh Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D (Dirjen Dikti Kemendikbud), Prof. Dr. H. Nizar Ali (Plt. Sekjen Kemenag), Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D (Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud) Dr. Ir. Parisdianti Nurwardani (Sesditjen Dikti), Prof. Dr. M Arskal Salim GP, M.Ag (Direktur Dikti Keagamaan Islam Kemenag) dan Dr. Abdul Kahar , M.Pd.(Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbud).
Dalam kesempatan ini, Dirjen Dikti Kemendikbud RI Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D menyampaikan bahwa Kemendikbud menyediakan program KIP kuliah jenis dana bantuan UKT untuk 410 ribu mahasiswa, dana KIP kuliah untuk 200ribu mahasiswa dan dana bidik misinon going dan afirmasu perguruan tinggi untuk 267 ribu mahasiswa.
"Kemendikbud menyediakan program KIP Kuliah untuk dana bantuan UKT 410.000 mahasiswa, dana KIP Kuliah kepada 200.000 mahasiswa baru dan dana bidik misi on going dan afirmasi Perguruan Tinggi kepada 267.000 mahasiswa. Dengan adanya Teman KIP Kuliah yang digagas Mas Aminudin Ma'ruf dengan Kemendikbud dan kemenag ini, semoga bantuan dari pemerintah untuk pemerataan pendidikan benar-benar tepat sasaran dan tidak ada lagi anak yang tidak kuliah karena biaya", jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Sekjen Kemenag, Prof. Dr. H. Nizar Ali menyatakan bahwa pada tahun ini kementrian agama memberikan dukungan kepada mahasiswa baru dilingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam negeri dan swasta sebanyak 17.565.
"Dengan adanya dukungan dan bantuan tersebut, kami berharap tidak terjadi lagi diskriminasi pendidikan bagi mereka yang berprestasi dan kurang mampu. Semoga #teman KIP Kuliah bisa mewujudkan cita-cita pendidikan yang berkeadilan," harapnya.
Relawan-relawan Teman KIP rencananya akan berkoordinasi dengan tim dari Kemendikbud dan Kemenag untuk membantu mahasiswa-mahasiswa penerima KIP atau calon penerima di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. (hnk)







