Jakarta, Harian Umum- Pejabat di sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov DKI Jakarta dikabarkan tengah galau memikirkan nasib karir mereka di perusahaan plat merah tersebut.
Pasalnya, lamaran yang mereka ajukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno untuk menduduki jabatan komisaris dan direksi, belum jelas juntrungannya sehingga mereka belum juga dipanggil Panitia Seleksi (Pansel) BUMD untuk mengikuti tes.
"Dalam Pergub Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi BUMD dan Perusahaan Patungan, pejabat BUMD yang masih ingin atau berniat naik jabatan sebagai direksi atau komisaris, memang diharuskan mengajukan lamaran ke Gubernur," jelas Ketua Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah kepada harianumum.com di Jakarta, Rabu (23/5/2018).
Namun, lanjutnya, para pejabat itu rupanya tak hanya mengajukan lamaran kepada Anies, tapi juga kepada Sandi, dan lamaran itu pun tidak langsung disampaikan kepada yang bersangkutan, melainkan dititipkan melalui staf atau orang-orang dekat gubernur dan Wagub yang mengklaim dirinya juga sebagai staf gubernur dan Wagub, namun bukan PNS.
"Ada dugaan kalau lamaran-lamaran itu nyangkut di orang-orang itu, tapi tujuannya apa, itu yang belum jelas," imbuh Amir.
Aktivis senior ini mengaku tahu persoalan tersebut dari keluhan para pejabat itu sendiri yang di antaranya saat ini masih manjabat sebagai manager dan ingin karirnya naik menjadi direktur, namun ada juga yang saat ini masih menjabat sebagai direktur, bahkan komisaris.
Yang membuat para pejabat itu makin ketar-ketir, lanjut Amir, saat ini Pansel BUMD sedang terus bekerja, sehingga jika masalah ini tak teratasi, bisa dipastikan pejabat yang lamarannya nyangkut itu akan stag di jabatannya sekarang, atau bahkan dicopot karena digantikan oleh orang-orang yang telah lolos seleksi di Pansel BUMD.
"Kalau keluhan ini benar, saya berharap Anies-Sandi menjadikan ini sebagai perhatian, karena saya lihat di antara mereka banyak yang berpotensi," katanya.
Ketika ditanya pejabat-pejabat ini sekarang masih bertugas di BUMD yang mana? Amir menyebut salah satunya di Bank DKI.
"Tapi saya belum tahu persis berapa total jumlah mereka, karena yang bicara kepada saya hanya beberapa orang. Tapi mereka bilang sih ada belasan atau puluhan orang," katanya.
Untuk diketahui, dalam rangka melakukan mutasi menyeluruh di lingkungan Pemprov DKI, Anies-Sandi membentuk Pansel SKPD untuk menyeleksi birokrat yang akan dipromosikan untuk menggantikan pejabat lama yang diangkat di era Ahok, dan Pansel BUMD yang menyeleksi jajaran komisaris dan direksi lama yang saat ini masih bekerja dan sebagian di antaranya juga diangkat di era Ahok.
Belum diketahui apa hasil Pansel SKPD karena hingga kini belum ada mutasi di lingkungan birokrat DKI, namun hasil Pansel BUMD telah memperlihatkan hasil nyata, meski menimbulkan sedikit kegaduhan karena empat orang yang telah diangkat menjadi komisaris di empat BUMD, tiga di antaranya dinilai bukan orang-orang yang berjasa besar mengantarkan Anies-Sandi menduduki kursi DKI 1 dan 2 untuk periode 2017-2022.
Inilah data keempat orang tersebut:
1. Deny Iskandar, staf mantan Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Boy Sadikin. Diangkat menjadi komisaris utama PD Dharma Jaya
2. Sarman Simanjorang, wakil ketua Kadin DKI. Diangkat menjadi komisaris PT Delta Djakarta
3. Soetrisno, pengurus Masjid Sunda Kelapa. Diangkat menjadi komisaris utama PD Pasar Jaya
4. Rikrik Rizkiyana, anggota Dewan Pakar Tim Pemenangan Anies-Sandi. Diangkat menjadi komisaris utama PT Jakarta Propertindo.
Sumber yang membocorkan data ini menyebut, dari tiga nama yang kurang berjasa menjadikan Anies-Sandi sebagai penguasa Jakarta, namun diangkat, yang paling "nyelekit" adalah pengangkatan Sarman karena dia pendukung Ahok.
"Kita-kita yang berjuang mati-matian sampai utang sana-sini demi Anies-Sandi, sampai sekarang diperhatikan pun nggak," gerutunya. (rhm)





