TANGSEL, HARIAN UMUM - Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Agus Hendrawan menyebut peran Kantor Cabang Dinas (KCD) belum maksimal dalam menjalankan tugasnya.
Hal-hal yang perlu dioptimalkan oleh KCD menurut Agus terkait regulasi pengawasan dan perannya sebagai 'pembantu' Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten di Kota Tangsel.
"Ya banyak hal yang harus dioptimalkan. Sebagai contoh, permintaan data, kadang-kadang double, Dindikbud Provinsi minta langsung ke kepala sekolah, nanti KCD juga minta. Terkesan koordinasi dan perannya kurang maksimal," kata Agus saat ditemui di sela-sela Bimbingan Teknis (Bimtek) Akreditasi SMA/K, di SMAN 11, Jombang, Ciputat, Kota Tangsel, Rabu (24/7/2019).
Agus berharap, masukan dan keluhan dari kepala-kepala sekolah untuk evaluasi kinerja KCD dapat didengar oleh pimpinan, dalam hal ini Kepala Dindikbud Provinsi Banten.
"Saya sih berharap suara-suara di bawah (kepala sekolah), dapat didengar sampai ke atas (Kepala Dindikbud Provinsi Banten)," tambahnya.
Kalau informasi yang saya terima, Kepala KCD Kota Tangsel lebih kaku dan ingin mempercepat laporan penggunaan anggaran, tanpa melihat repotnya pelaporan kepala sekolah sebagai pengguna anggaran.
"KCD itu kan Kuasa Pengguna Anggaran (KPK), kepala sekolah itu sebagai pejabat pengguna anggaran (PPA). Nah, pas minta laporan itu pengennya buru-buru, sementara informasinya kepala-kepala sekolah itu rumit membuat laporan jika terburu-buru. Kuatir salah, karena kan harus teliti betul-betul," pungkasnya.
Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi perihal masukan dari Ketua MKKS Tangsel, staf Kepala KCD Tangsel menyatakan bahwa yang bersangkutan sedang dinas luar.
"Bapak (Kepala KCD, Heriyanto) sedang ada di Kota Tangerang sama rombongan dari Provinsi. Kayaknya beliau langsung pulang," kata salah seorang staf yang enggan disebut namanya, diruang kerjanya di SMAN 7, Kota Tangsel, Kamis (25/7/2019).







