Jakarta, Harian Umum - Bagi setiap orang, sosok ayah adalah sosok panutan yang selalu membersamai serta melindungi segenap keluarga semasa kehidupan ini berlangsung. Pun demikian, Hal serupa dirasakan sama oleh Politisi Partai Gerindra DKI Jakarta, Wahyu Dewanto.
Bagi Wahyu Dewanto, Ayah selain merupakan bapak kandung biologis, beliau merupakan bapak ideologis baginya. Wahyu menilai, sosok ayah menjadi guru politik yang inspiratif baginya.
"Almarhum ayah adalah teladan bagi saya. Beliau menjadi inspirasi sekaligus guru politik bagi saya," kata Wahyu melalui pesan tertulis di Jakarta, Kamis (12/11/2020).
Menurut Wahyu, almarhum ayah mewarisi nilai tak terhingga bagi keluarganya. Allmarhum ayah meninggalkan seorang isteri dan dua orang anak, Yakni; Seorang anak peremouan sebagai Kakak dan Wahyu sebagai anak bungsu.
"Kami 2 bersaudara, anak pertama ayah seorang perempuan, yaitu kakak saya dan kedua saya sendiri. Pesan beliau yang paling kami pegang dan jadikan teladan adalah kalimat Jangan Merasa Pandai, Tapi Pandai-Pandailah Merasa, itu menjadi prinsip kehidupan kami selepas beliau tidak ada," kenangnya.
Adalah Almarhum Drs. H. Edy Suripman Mangun Prawiro, M.H. sosok yang membesarkan, membimbing sekaligus menjadi panutan bagi Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi Gerindra, Wahyu Dewanto. Wahyu menyebut almarhum sebagai sosok yang inspiratif, pekerja keras, ulet, disiplin serta sangat menyayangi ibu nya.
"Beliau itu sangat menginspirasi kami semua, beliau pekerja keras, ulet, disiplindan terlebih beliau sangat berbakti kepada orang tua, terutama ibu," sambungnya.
Laki-laki kelahiran Purwokerto pada 12 April 1946 tersebut kini telah tiada, H. Edy meninggal di Jakarta tiga tahun silam, tepatnya pada tanggal 10 Juli 2017.
Wahyu berharap dirinya mampu mewarisi serta melanjutkan keteladanan almarhum. Dengan segala kemampuan yang ia miliki, Wahyu menyebut akan berusaha keras mewujudkan cita-cita sang ayah.
"Semoga saya dengan segala kemampuan saya, bisa melanjutkan cita-cita almarhum. Beliau diteladani bukan hanya oleh keluarga. Cita-citanya sangat mulia, yaitu menjadi manfaat bagi sesama. Khairu An-Nas Anfa'uhum Linnaas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama," tutupnya.
Untuk diketahui, setiap tanggal 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah Nasional. Namun demikian, berbakti dan mengabdi kepada sosok ayah mesti dilakukan setiap saat. (hnk)







