Jakarta, Harian Umum - Direktur Gerakan Perubahan yang juga koordinator Indonesia Bersatu, Muslim Arbi, menolak mentah-mentah permintaan maaf Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang disampaikan dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan 79 Tahun Indonesia Merdeka di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/8/2024) malam
Menurut Muslim, Jokowi tak bisa begitu saja dimaafkan atas sikap, perilaku dan kebijakannya sebagai presiden sejak 2014.
"Jokowi minta maaf? Untuk urusan apa? Selama 10 tahun berkuasa, track record-nya buruk, kerusakan nyaris sempurna di semua bidang. Ko enak aja minta maaf? Minta dikasihani Rakyat? Enak sekali cara ngelesnya," semprot Muslim seperti dikutip dari siaran tertulisnya, Sabtu (3/8/2024).
Ia membeberkan kalau selama Jokowi memimpin Indonesia, rakyat menjerit karena ketidakadilan atas tanah mereka, menderita akibat mahalnya harga kebutuhan sehari-hari, dan pajak naiknya pajak, BBM, tarif dasar istrik. gas dan kebutuhan hidup lainnya.
Selain itu, Muslim juga membeberkan soal "impor" tenaga kerja asing dan dokter dari Cina yang dilakukan Jokowi, juga "impor" petani dari Cina untuk mengolah sawah di Kalimantan.
"Dia membuat utang ribuan triliun yang akan menjadi beban negara dan rakyat. Infrastruktur (yang dibangunnya)!amburadul, negara hampir bangkrut dibuatnya," imbuh Muslim
Aktivis ini juga mengungkap bahwa di era pemerintahan Jokowi hukum di Indonesia rusak, demokrasi rusak, etika rusak, HAM rusak, kedaulatan rakyat hilang, sementara kekuasaannya dibuat lebih tinggi dari hukum dan UU.
"KKN merajalela, korupsi terparah, KPK dilemahkan," imbuhnya.
Muslim juga mengungkap kalau di era Jokowi, terjadi ekspor illegal Nikel 5,3 juta ton, dan terjadinya korupsi timah yang merugikan negara ratusan triliun.
Tak hanya itu, agar anaknya dan Prabowo Subianto memenangkan Pilpres 2024, di mana anaknya menjadi Cawapres (Gibran Rakabuming Raka) dan Prabowo sebagai Capres, rakyat 'disuap" dengan Bansos, sementara Ormas Keagamaan "disuap" dengan izin pengelolaan tambang agar tidak lagi bersikap kritis.
"Kampus dan para akademisi dibuat tak bersuara karena takut. 'Pembungkaman" itu "membunuh" pemimpin masa depan, sementara dinasti dibangun untuk anak-anak dan menantunya, dan ijazahnya diduga palsu," tegas Muslim.
Ia mengaku sependapat dengan Rocky Gerung bahwa jika dia Jaksa Agung, maka orang yang pertama ditangkap adalah Jokowi.
"Bisa jadi semua itu membuat dia ketakutan, sehingga dia berupaya minta dikasihani rakyat yang selama ini disakiti," katanya.
Ia pun mempertanyakan; cukupkah bagi Jokowi hanya.meminya maaf?
"Lebaran masih jauh euy, kok minta maaf sekarang. Jika mengingat dosa politik dan kekuasaan dia selama 10 tahun ini, dia pantas dipenjara. Lalu untuk minta maaf? Nanti dulu!" pungkas Muslim. (man)


