Jakarta, Harian Umum - Menteri Luar Negeri Penjajah Israel, Gabi Ashkenazi, menegaskan bahwa pemerintahnya terus melanjutkan rencana untuk mencaplok bagian-bagian wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel dalam periode mendatang. Hal tersebut disampaikan Ashkenazi selama pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Jerman "Heiko Josef Maas" di Yerusalem, Rabu (10/6/2020).
Haikou menegaskan bahwa Jerman dan Uni Eropa menolak rencana pencaplokan Israel di wilayah Tepi Barat tersebut. Karena rencana tersebut bertentangan dengan hukum internasional. Dia menegaskan perlunya kembali kepada opsi "solusi dua negara".
Lebih lanjut Haikou menyatakan bahwa kunjungannya ke Yerusalem atau al-Quds ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang program-program pemerintah penjajah Israel yang baru.
Dalam konferensi pers yang diadakan dengan menlu Jerman tersebut Ashkenazi menyatakan bahwa tidak ada peta untuk pencaplokan saat ini. Pekerjaan yang dilakukan saat ini adalah menggambar peta dan perbatasan.
Pemerintah pendudukan penjajah Israel berencana untuk mencaplok lebih dari 130 permukiman ilegal di Tepi Barat dan Lembah Yordan, yang membentang antara Laut Galilea dan Laut Mati, yang luasnya lebih dari 30% dari total luas wilayah wilayah Tepi Barat. Wilayah ini akan digabung ke dalam kedaulatan entitas penjajah Israel awal Juli mendatang.
Akibatnya, Presiden Otoritas Palestina, Mahmud Abbas, pada malam 19 Mei 2020 mengumumkan bahwa PLO dan Negara Palestina telah melepaskan semua perjanjian dengan pemerintah Amerika dan Israel dan dari semua komitmen atas perjanjian-perjanjian tersebut.







