JAKARTA, HARIAN UMUM - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mendesak Kapolda Metro Jaya untuk membatalkan pemilihan wagub Jakarta yg direncanakan Senin besok (6/3/2020) di Gedung DPRD DKI Jakarta.
"Kapolda perlu bersikap tegas kepada Ketua DPRD Jakarta dan Gubernur Jakarta agar membatalkan pemilihan wagub Jakarta yg direncanakan Senin besok," kata Neta saat di hubungi wartawan, Minggu (5/4/2020).
Menurut Pane, Kapolda harus mematuhi maklumat Kapolri dan imbauan Presiden Jokowi agar masyarakat menjauhkan aktifitas kumpul-kumpul selama status tanggap darurat wabah virus corona.
"Tanpa terkecuali. Jika memang ada kerumunan, maka harus dibubarkan, termasuk jika DPRD tetap nekat melakukan pemiihan wagub," katanya.
Menurut Pane, seluruh pihak terkait harus memperhatikan kesehatan masyarakat mengingat saat ini Ibukota menjadi provinsi tertinggi pasien Corona. "Pemilihan Wagub bukanlah yang penting dan urgen bagi warga Jakarta. Tanpa wagub pun, Gubernur Anies masih bisa bekerja dengan normal. Yang perlu diperhatikan adalah gubernur Anies berkali kali menegaskan bahwa pandemi Corona di Jakarta sudah sangat parah dan terbesar di Indonesia," ujar Pane.
Pane menambahkan, apabila Kapolda memberikan ijin pelaksanaan pilwagub, Kapolri Idham Aziz harus mencabut maklumat tersebut. Sebab Kapolda dinilai tidak menghargai larangan berkumpul masyarakat di tengah pandemi wabah Corona.
"Buat apa ada maklumat kalau tidak digunakan, sama halnya itu tidak ada maklumat dan maklumat itu tidak ada wibawanya. Sebaiknya dicabut maklumat itu, untuk menjaga kewibawaan Polri dan Kapolri," kata Neta.
Sebelumnya kata Neta Panlih wagub jakarta memastikan akan menggunakan protokol pelaksanaan yang mematuhi Social Distance, Physical Distance.
"Percayalah itu hanya teori. Apalagi kalau kita berkaca pada persoalan di Bekasi yang melaksanakan rapid test toh malah menjadi kacau dan diprotes para media yang hadir," katanya.
"Jadi sangat jelas jika teori berbeda dengan praktek di lapangan. Massa yang berkumpul, akan beresiko tinggi untuk menjadi penyebaran wabah corona," kata Neta. (Zat)






