Jakarta, Harian Umum-Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang rencananya berakhir tanggal 4 Juni 2020. Namun, belakangan ada isu bahwa PSBB di Jakarta diperpanjang sampai tanggal 18 Juni 2020 yang diketahui adalah hoax.
Menanggapi rencana perpanjangan PSBB tersebut, Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco menagih Gubernur komitmen terhadap penerapan aturan PSBB di Masyarakat. Menurutnya, penerapan PSBB selama ini belum dievaluasi secara komprehensif.
"Kalau mau diperpanjang mestinya Gubernur juga komitmen terhadap penerapan aturan PSBB tersebut. Jangan sampai kesannya pilih-pilih, misalnya Mall di buka tapi warung warung kecil ditindak, mesjid dibatasi," ujar Basri di Jakarta, Rabu (3/6).
Di samping itu, ucapnya, aspek psikologi masyarakat juga harus dipertimbangkan. Menurutnya, banyak masyarakat yang mengeluhkan ekonomi sulit, bahkan bantuan pemerintah pun banyak yang tidak tepat.
"Akhirnya masyarakat mengeluh juga. Jadi artinya, Gubernur juga harus siap menjamin kebutuhan masyarakat, diantaranya bantuan sembako lagi, tapi apa siap anggarannya?," katanya bertanya.
Seperti terpantau di lapangan, sebelum PSBB berakhir, aktivitas masyarakat sudah kembali seperti biasa. Jalanan mulai macet, aktivitas keagamaan di mesjid-mesjid serta kegiatan ekonomi juga sudah mulai berjalan..
"Jadi kita harus mulai melihat sektor ekonomi, jangan terus melihat Covid-19 nya. Kan Covid-19 nya jelas tidak akan hilang. Jangan nanti setelah pandemi Covid-19, ekonomi nya pandemi juga" tegasnya.
Ditanya soal setuju atau tidak setuju, Baco menyampaikan ketidaksetujuan. Sebab, ungkapnya, masyarakat sudah jenuh dengan pengetatan PSBB sementara tanggung jawab pemerintah atas kebutuhan warga dipertanyakan.
"Intinya fraksi golkar tidak setuju PSBB DKI Jakarta dilanjutkan," tutup nya.
Beredar dalam grup WhatsApp, salinan Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta yang memuat keputusan untuk kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Ibukota hingga 18 Juni mendatang. (hnk)







