Sukabumi, Harian Umum - Pengelola Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat, menutup sementara kegiatan pendakian karena sejak Selasa (1/4/2025), terjadi lonjakan gempa vulkanik di gunung itu.
"Penutupan diberlakukan mulai besok, Kamis (3/4/2025), hingga 7 April 2025, dan atau hingga ada informasi lebih lanjut berdasarkan hasil pemantauan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,” kata Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, seperti dilansir kompas.com, Rabu (2/4/2025).
Penutupan itu tertuang dalam surat edaran Nomor SE.18 Tahun 2025 tentang Perpanjangan Penutupan Kegiatan Pendakian di TNGGP.
Keputusan tersebut juga ditetapkan dan dikeluarkan oleh Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tentang Peningkatan Gempa Vulkanik Gunung Gede.
Deni menjelaskan, penutupan atau perpanjangan penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan aktivitas gempa vulkanik Gunung Gede, yang berpotensi menimbulkan bahaya berupa letusan freatik maupun gas gunung api di sekitar kawah.
Bagi calon pendaki yang telah melakukan registrasi atau pendaftaran, dapat melakukan reschedule atau perubahan jadwal.
"Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi bagian pelayanan atau melalui call center kami di 08119155815," imbuh Deni.
Sebelumnya, Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid menyampaikan bahwa lonjakan aktivitas kegempaan ini cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.
"Pada tanggal 1 April 2024, dalam rentang pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, terjadi peningkatan gempa Vulkanik Dalam (VA) hingga mencapai 21 kejadian. Sebagai perbandingan, rata-rata kejadian Gempa Vulkanik Dalam di Gunung Gede selama periode 1-31 Maret 2024 hanya berkisar 0-1 kali per hari," kata Wafid dalam keterangannya seperti dikutip Rabu.
Menurutnya, peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya tekanan yang meningkat di dalam Gunung Gede, yang berpotensi menyebabkan letusan freatik atau hembusan gas berbahaya jika konsentrasinya terlalu tinggi.
Meski aktivitas meningkat, PVMBG belum menaikkan status Gunung Gede dari Level I (Normal).
Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental hingga 1 April 2024 pukul 10.00 WIB, aktivitas vulkanik Gunung Gede masih berada pada Level I (Normal).
"Kami mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak menuruni, mendekati, atau bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon," jelasnya.
Gunung Gede merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian 2.958 mdpl. Secara administratif berada di Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor, Jawa Barat. (man)


