Jakarta, Harian Umum - Juru Bicara Forum Silaturahmi Da'i muda Jakarta, Habib Salim Jindan meminta aparat keamanan menindak tegas pembuat onar di sidang keputusan MK (mahkamah konstitusi) yang rencananya akan digelar Jum'at (27/6/2019).
"Kita minta Kapolri bertindak tegas pada pembuat onar di sidang keputusan MK. Kalau perlu tembak di tempat. Karena aksi mereka anarkis dan ingin memecah belah kesatuan NKRI," kata Habib Jindan di Jakarta Pusat, Kamis (26/6/2019).
Sebagai informasi, Sejumlah organisasi akan menggelar unjuk rasa untuk mengawal putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).
Unjuk rasa tersebut akan diikuti sejumlah organisasi di antaranya Persaudaraan Alumni (PA) 212, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, dan lainnya.
Aksi bertajuk Halal bi Halal 212 diklaim sebagai aksi super damai diisi dengan zikir, doa, serta salawatan di seluruh ruas jalan sekitar MK.
"Kami himbau agar semua pihak tidak menggelar aksi unjuk apapun meskipun itu dilabeli acara Halal Bihalal. Karena aksi tersebut rentan disusupi oknum sehingga berpotensi menimbulkan aksi seperti kerusuhan 22 Mei lalu," katanya.
Habib juga mengajak dan menyerukan kepada semua pihak untuk tidak menggubris atau mengikuti ajakan kegiatan aksi demonstrasi yang dibungkus dengan embel-embel acara halal bi halal jelang keputusan MK.
"Semua pihak jangan mengatasnamakan umat islam termasuk membungkus agenda politik terselubung," katabya.
Habib juga meminta dan mengajak kepada semua pihak untuk mendorong dan menciptakan situasi damai dan memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa. Lalu Bersama-sama menolak dan melawan pihak-pihak manapun yang melakukanupaya-upaya anarkis dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Habib mengajak semua pihak untuk menerima apapun keputusan hasil keputusan MK. "Apapun keputusan MK semua harus bersatu menerima dengsn legowo," tandasnya. (Zat)







