Jakarta, Harian Umum - PPP (Partai Persatuan Pembangunan) menuding Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merusak citra partai menjelang pelaksanaan Pemilu dengan pernyataannya bahwa PPP berada dibarisan Fraksi penolak rencana penjualan saham bir PT Delta.
"PPP ini salah satu partai tertua. Dia (Anies) belum jadi gubernur, PPP sudah perjuangkan hal itu (melepas saham bir). Cuma permasalahannya penolakan PPP sebelumnya tidak pernah berhasil karena bukan merupakan fraksi yang mayoritas di DPRD DKI," kata Penasehat Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta Matnoor Tindoan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/3/2019).
Matnoor menyayangkan pernyataan Anies yang mengeneralisir fraksi-fraksi DPRD DKI Jakarta. "Omongan dia (Anies) membuat PPP menjadi pihak yang dirugikan. Karena di medsos, PPP diserang oleh netizen. Apalagi ini tahun politik. Isu seperti ini rawan dimainkan oleh pihak-pihak tertentu untuk saling menjatuhkan. Saya sampai cape menjawab soal isu ini di bawah (masyarakat)," ucap Matnoor.
Sebab, Matnoor menerangkan penilaian PPP di mata masyarakat adalah partai Islam. Sementara deretan partai lain diantaranya PDIP, Hanura dan Nasdem merupakan partai Nasionalis. "Itu lah yang membuat masyarakat semakin geram. Masa partai Islam dianggap menolak penjualan saham bir. Sama saja menghalalkan hal yang haram," sebut Matnoor.
Padahal, menurut Matnoor berdasarkan hasil survey lembaga Median, PPP menjadi salah partai penyumbang suara terbesar bagi Anies-Sandi pada Pilkada lalu. "Yang merilis hasilnya kalau PPP menjadi salah satu partai penyumbang suara terbanyak bagi Anies adalah Lembaga survey Median dari PKS. Jadi saya ngomong berdasarkan data," lanjut Ketua Komisi A DPRD DKI itu.
Seperti diketahui rencana Gubernur Anies Baswedan melepas saham bir PT Delta menimbulkan polemik. Pemprov DKI sendiri tercatat memiliki saham sebesar 26,25 persen pada 2019. (Zat)







