Jakarta, Harian Umum-Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Dani Anwar menghembuskan nafas terakhirnya di RSAL Mintohardjo, Jakarta Pusat. Dia meninggal dunia akibat penyakit gula yang dideritanya selama ini. Bukan karena Covid-19.
"Iya, saya dapat kabar tadi pagi meninggalnya jam 08.00 WIB di RSAL Mintohardjo. Kabarnya karena sakit gula. Sedih banget gue, beliau rekan yang memimpin komisi A selama ini. Kalau gue nggak ada, dia yang gantikan. Semoga almarhum Husnul khatimah, aamiin," ujar Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, di Jakarta, Senin (3/8).
Dia mengatakan, sosok Dani merupakan orang baik dan selalu on time saat memimpin rapat kerja bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah. Bahkan, katanya, politisi PKS itu selalu cermat dalam menganalisa permasalahan serta menyampaikan masalah itu secara lugas.
"Kesan gue ke almarhum, dia selalu bicara tertata rapi, formatnya terukur. Kencang tapi berisi gitu. Kita selalu kompak, pak Dani bisa mengendalikan situasi, bisa mengendalikan teman-teman saat memimpin rapat. Kerjasama antar pimpinan juga bagus," katanya.
Namun, jelasnya, selama dua pekan belakangan ini tidak aktif di DPRD DKI Jakarta. Dari informasi yang didapat dari teman fraksinya, Dani Anwar mengidap penyakit gula.
Senada dengannya, Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Ahmad Yani membenarkan kabar kepergian Dani Anwar itu. Dari kabar yang diterimanya, Dani Anwar meninggal di RSAL Mintohardjo pagi ini. (hnk)







