Jakarta, Harian Umum-Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), Syaiful Jihad mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan jaringan internet gratis, JakWIFI yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, UMKM bisa memasarkan produknya secara online melalui JakWIFI itu.
"Program internet untuk semua sangat membantu proses belajar mengajar anak - anak di Jakarta yang saat ini mengikuti proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena kondisi pandemi COVID 19. Selain itu, jaringan internet gratis ini juga dapat dimanfaatkan penggiat UKM untuk mempromosikan produk usaha mereka melalui sistem marketing online," ujar Syaiful, di Jakarta, Jum'at (28/8).
Pihaknya sangat mengapresiasi program internet untuk semua itu. Semula, program ini untuk memberikan kemudahan mengakses internet bagi warga Ibu Kota, menuju standar pelayanan kota berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
"Kami mengapresiasi langkah jajaran Pemprov DKI Jakarta yang cepat merespon kebutuhan warga. Jadi, program Jakwifi patut didukung untuk memberikan kemudahan bagi seluruh warga Ibukota," ungkapnya.
Dia juga mengingatkan, agar warga tetap mematuhi penerapan protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak saat berada di lokasi atau titik yang tersedia layanan internet gratis.
Terpisah, Walikota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko mengaku telah menyediakan 447 lokasi yang tersedia layanan internet gratis di wilayahnya. Di seluruh Jakarta, JakWIFI tersedia 4.956 titik akses yang sedang ditingkatkan kapasitasnya secara bertahap. Perluasan penyediaan akses internet ini ditargetkan lebih dari 9.000 titik akses selama dua bulan ke depan.
"Titik eksisting yang layanannya disediakan oleh Pemprov (JakWifi) sebanyak 101 titik yaitu Kantor Walikota ada 3 titik, Kantor Kelurahan (12), sekolah (3), Kantor RW 02 Ancol (1), RPTRA (57) dan taman (25). Kemudian titik CSR/akusisi dari swasta (part of JakWifi) sebanyak 346 titik yang disediakan berkolaborasi dengan Bali Tower sedangkan 1 titik hasil kolaborasi dengan APJATEL," kata Sigit.
Diakuinya, layanan JakWifi akan membantu pelajar dalam kegiatan belajar mengajar secara daring di masa pandemi COVID-19.
Sebelumnya, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan meluncurkan program internet untuk semua atau JakWifi dengan menyediakan layanan internet gratis yang menjangkau masyarakat hingga ke pemukiman padat penduduk. Perkantoran, taman, RPTRA, sekolah dan pemukiman padat penduduk menjadi target lokasi penyediaan akses internet gratis.
"Adanya pandemi COVID-19 membuat proses perubahan lebih cepat dan membutuhkan terobosan. Saat ini, akses wifi menjadi kebutuhan sehari-hari di setiap rumah apalagi ada kegiatan belajar jarak jauh yang mempunyai tantangan tersendiri. Masyarakat Jakarta bisa terlibat dalam kegiatan digital yang bukan hanya sebagai penyerap informasi tapi juga bisa menyampaikan informasi melalui konten kreator digital sehingga muncul inovasi baru," ungkap Anies. (hnk)






