Jakarta, Harian Umum - Sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) mundur dari Partai Buruh pasca pengangkatan presiden partai itu, Said Iqbal, sebagai Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni lalu.
Tak hanya mereka, Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli juga mundur dari partai dengan bendera berwarna oranye itu.
"Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar," ujar Ferri dikutip dari detikcom, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, ORI merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani yang didirikan pada 2013 dan menjadi salah satu dari 11 organisasi inisiator pendirian Partai Buruh pada Kongres I Oktober 2021.
Menurut Ferri, sekitar 1,3 juta anggota ORI di seluruh Indonesia memutuskan mengundurkan diri dari Partai Buruh mulai Jumat (26/6/2026).
"Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, ORI yang beranggotakan sekitar 1,3 juta orang memutuskan mulai Jumat mengundurkan diri," katanya.
Ferri menegaskan, pengunduran diri tersebut dilakukan secara baik-baik dan tetap menjaga hubungan persaudaraan dengan Partai Buruh. Ia bahkan mengaku telah menginstruksikan seluruh pengurus ORI yang menduduki jabatan struktural di Partai Buruh, mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan, segera menyampaikan surat pengunduran diri secara administratif.
"Hari ini kami instruksikan seluruh jajaran ORI dan KSPSI Andi Gani yang menjadi pengurus Partai Buruh untuk segera membuat surat pengunduran diri sebagai syarat administrasi," ujarnya.
Ferri mengakui pengurus yang mengikuti langkah ini tersebar di berbagai daerah, antara lain Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
Ia mengibaratkan hubungan ORI dengan Partai Buruh seperti rumah tangga yang menghadapi persoalan berkepanjangan, sehingga berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil.
"Masalah internal sebenarnya sudah lama kami coba selesaikan secara kekeluargaan, tetapi persoalannya terus bertambah hingga akhirnya, berdasarkan evaluasi dan masukan dari seluruh daerah, kami memutuskan cukup sampai di sini," jelasnya.
Terkait dampak pengunduran diri dari Partai Buruh, Ferri mengklaim ORI bersama KSPSI merupakan organisasi inisiator terbesar di partai tersebut.
"Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya," kata dia.
Ferri juga menyebut Presiden Partai Buruh Said Iqbal telah mengetahui rencana pengunduran dirinya sejak Kamis (25/6/2026) malam.
Respons Said Iqbal
Menanggapi hal ini, Said Iqbal menilai bahwa adanya dinamika di tubuh Partai Buruh hingga berujung pengunduran diri, merupakan hal yang wajar.
Namun, sambil memberi emoticon tersenyum, Said Iqbal tak banyak bicara soal jutaan anggota ikut mengundurkan diri.
"Terhadap klaim sahabat saya tersebut, saya tidak ada komentar apalagi tentang anggota 1,3 juta tersebut. Terhadap hal lainnya adalah hal yang biasa di Partai Buruh kalau ada yang mengundurkan diri karena ini bukan kejadian yang pertama kalinya, biasa saja," kata dia kepada wartawan.
Said menegaskan bahwa internal Partai Buruh solid meski adanya pengunduran sejumlah anggota dan elite partai. Ia bahkan menyebut kesolidan itu dengan adanya agenda pelantikan pengurus partai yang baru.
"Senin 29 juni akan ada pelantikan pengurus pleno Partai Buruh pusat dan pengurus Partai Buruh di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota, Partai Buruh tetap solid, tidak terpengaruh dengan pengunduran diri tersebut," tegasnya. (man)







