Jakarta, Harian Umum - Kurs rupiah pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (9/4/2025), menguat tipis dibanding pada saat pembukaan, akan tetapi di sepanjang perdagangan rupiah sempat kembali tembus ke posisi Rp17.000/dolar AS
Menurut data Bloomberg, kurs rupiah dibuka pada posisi Rp16.910,5/dolar AS atau melemah 0,39% dari penutupan Selasa yang berada di Rp16.891/dolar AS, dan hari ini ditutup pada posisi 16.872,5/dolar AS karena menguat 18,50 poin atau 0,11%.
Sepanjang hari ini kurs Garuda bergerak pada rentang Rp16.865,5 - Rp17.001,5/dolar AS.
Dengan demikian, dalam setahun berjalan di 2025 ini, rupiah telah terdepresiasi hingga 4,59% terhadap dolar AS.
Secara year-to-date (YtD), rupiah menjadi mata uang Asia yang merosot paling dalam di hadapan dolar AS. Bloomberg mencatat rupiah merosot bersama baht Thailand yang turun 1,34% YtD. Sementara itu, penurunan tipis dialami oleh rupee India sebesar 0,66%, yuan China -0,52%, ringgit Malaysia turun 0,38%, dan dolar Taiwan turun 0,67% sepanjang tahun berjalan 2025.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar hari ini sempat goyah setelah Presiden AS Donald Trump kembali menaikkan tarif impor terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Tarif sebesar 32% dikenakan terhadap produk asal Indonesia, sebagai bagian dari kebijakan dagang yang lebih luas dan agresif. Adapun, kebijakan tarif timbal balik dari AS tersebut akan mulai berlaku pada pukul 00:01 ET (04:01 GMT) Rabu (9/4/2025) waktu setempat. (man)


