JAKARTA, HARIAN UMUM - Belum terisinya kursi wakil gubernur DKI Jakarta membuat publik curiga pada proses pemilihan wagub di DPRD DKI. Apalagi sebelumnya beredar proses pemilihan wagub diduga terjadi politik uang.
Karena itu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta agar proses pemilihan Wagub berjalan transparan. "Yang kami minta adalah berikan keadilan, berikan transparansi dalam rangka menjaga kualitas demokratis kita, biar warga juga tidak memilih kucing dalam karung. Karena ini menentukan nasib 10 juta masyarakat DKI Jakarta," kata Rian di kantor DPP PSI di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).
Rian melanjutkan, keresahan muncul karena PSI menganggap proses panjang selama 10 bulan pasca Sandiaga Uno memilih mendampingi Prabowo Subianto, pencarian Wagub DKI Jakarta. Hal tersebut dinilai terlalu mengulur waktu.
"Ini posisi wagub dari ibukota negara bukan posisi yang main-main dan kita juga nggak anggap remeh," tegas Rian.
Rian berpendapat, salah satu cara memperkenalkan nama Cawagub DKI Jakarta adalah membuka hasil fit and proper test yang sempat dilakukan oleh dua partai pengusung PKS dan Gerindra.
"Kalau perlu dibuka (fit anf proper test)," tutup Rian.
Dalam konferensi pers tersebut turut hadir Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Sianipar dan perwakilan caleg PSI beserta pengurus.
Sebagai informasi saat ini proses pemilihan wagub tengah berjalan dan dilakukan di DPRD DKI. Dua nama yang sudah yang sudah diajukan partai pengusung yairu mantan Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto. (Zat)







