Jakarta, Harian Umum - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberi isyarat bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax series, akan mengalami penyesuaian alias akan dinaikkan.
Pasalnya, ia mengatakan bahwa pembahasan mengenai penyesuaian harga BBM nonsubsidi itu hampir rampung.
Pembahasan dilakukan karena sebelumnya, pada awal April 2026 harga BBM nonsubsidi tidak dinaikkan meski perang antara AS-Israel Vs Iran membuat harga minyak dunia yang sempat melonjak hingga menyentuh 100 dollar AS per barrel.
"Tinggal kita lihat kapan itu dilakukan penyesuaian, tapi feeling saya atas dasar rapat-rapat kami dengan Pertamina maupun badan usaha swasta, sudah hampir selesai sih (pembahasannya)," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah pada dasarnya hanya dapat menetapkan harga untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, sementara untuk nonsubsidi seperti Pertamax cs menyesuaikan harga pasar.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi pun sejalan dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022.
"Sesuai dengan peraturan Menteri ESDM pada tahun 2022, BBM nonsubsidi itu kan berdasarkan harga pasar," kata Bahlil. (man)


