Jakarta, Harian Umum - Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mengaku sangat terkesan pada sosok Bahlil Lahadalia, orang dekat Jokowi yang saat ini menjabat sebagai Menteri ESDM di kabinet Prabowo, Kabinet Merah Putih, sekaligus ketua umum Partai Golkar,
"Saya harus akui saya terkesan dengan saudara Bahlil, terkesan benar," katanya di acara puncak HUT Golkar ke-60 di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagaimana dikutip dari kanal Youtube Kabar Golkar, Jumat (13/12/2024).
Seperti diketahui, Bahlil sebenarnya sosok yang kontroversial. Gelar doktornya dari Universitas Indonesia (UI) dicabut karena ketahuan menggunakan joki untuk pembuatan disertasinya.
Dia ditengarai dapat menjadi ketua umum Golkar akibat endorse Joko Widodo alias Jokowi saat masih menjabat sebagai presiden, setelah sebelumnya Airlangga Hartarto mendadak mengundurkan diri dari jabatan itu karena kabarnya, dia diancam akan dijadikan tersangka kalau tetap menjadi Ketum Golkar.
Bahlil juga diduga pecandu minuman keras karena sebuah foto yang menggambarkan dirinya sedang duduk di sampinh meja yang di atasnya terdapat Whiskey Hibiki 21 Year Old seharga Rp 38 jutaan, viral di media sosial pada 24 Agustus 2024.
Bahlil juga sempat bikin heboh karena menyebut "Raja Jawa ketika berpidato pertama kali setelah terpilih menjadi Ketum Golkar. Banyak kalangan meyakini yang dimaksud Bahlil adalah Jokowi.
Kontroversi terakhir, sebagaimana investigasi Tempo, Bahlil dicurigai terlibat dalam jual beli izin usaha tambang ketika dirinya masih menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Misalnya, tambang nikel milik PT Meta Mineral Pradana di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara tidak ditutup meski tidak lagi beroperasi sejak 2010. Di sisi lain, puluhan izin usaha pertambangan (IUP) untuk wilayah konsesi yang berdekatan dengan konsesi PT Meta Mineral Pradana, dia cabut. Belakangan terungkap bahwa pemegang saham utama perusahaan tersebut adalah PT Papua Bersama Unggul, perusahaan milik Bahlil sendiri.
Di ujung Pemerintahan Jokowi, Bahlil sempat diritasi dari Menteri Investasi menjadi Menteri ESDM, dan setelah Prabowo dilantik menjadi presiden pengganti Jokowi pada tanggal 20 Oktober 2024, Bahlil diangkat lagi untuk menduduki jabatan itu.
Prabowo menyebut alasannya memilih Bahlil sebagai Menteri ESDM, karena menurutnya, mantan Ketua Hipmi itu bekerja sangat profesional dan dianggap berhasil.
'Saya saksi bagaimana Beliau (Bahlil) beroperasi (bekerja). Bagaimana selain beliau menteri (ESDM) yang sukses, terus terang saja, saya nilai sukses sebagai menteri," katanya.
Tak hanya itu, Prabowo juga mengatakan, selain sukses mengemban tugas sebagai menteri yang mengurusi tambang, Bahlil juga gemilang dalam urusan politik.
"Operasinya luar biasa, mengerti masalah politik, mengerti ekonomi, mengerti kenegaraan, ternyata penilaian saya benar. Dan paling penting patriotisme dari saudara Bahlil, ini bukan saya muja-muji," katanya.
Prabowo pun kemudian mengatakan bahwa Bahlil adalah seorang pekerja keras bila dilihat dari masa lalunya. Merintis karier dari nol hingga kini menjadi memimpin kementerian dan partai politik besar.
Bahlil, lanjut Prabowo, juga datang dari kampus yang bisa dibilang tidak terkenal, sehingga ia sendiri sampai tak enak hati bertanya nama kampus almamater Bahlil.
"Waktu saya ketemu, saya tanya (ke Bahlil), pelan-pelan saya tanya, nggak enak, nanti tersinggung, tapi saya (berani) ngomong; Pak Bahlil Anda lulus dari universitas mana?", (jawab Bahlil) "Pak universitas saya nggak ada di Google, kenapa Pak?" Aneh, Pak Jokowi memilih Pak Bahlil (jadi) Menteri Investasi, apalagi Beliau dari Papua kan," kata Prabowol.
Untuk diketahui, Bahlil pernah menyebut dirinya adalah lulusan Kampus STIE Port Numbay, sebuah kampus swasta di Jayapura. (man)







