Jakarta , Harian Umum - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan tidak ada rencana untuk melakukan reshuffle kabinet.
"Saya tidak ada rencana mau reshuffle,," kata Prabowo di JCC, Jakarta, Kamis (12/6/2025).
Ketua umum Partai Gerindra ini mengaku kalaunia harus menyampaikan hal ini agar tidak muncul spekulasi, karena ia menilai menteri-menterinya bekerja dengan baik.
"Kalau menurut saya ya begini, supaya tidak ada spekulasi, dalam arti, saya sekarang sampai saat ini menilai bahwa menteri-menteri saya bekerja dengan baik," katanya.
Prabowo mengakui kalau memang ada kritik terhadap pemerintahan dan juga kinerja menteri, akan tetapi menurutnya hal itu biasa dalam negara demokrasi.
"Terus terang saja bahwa di sana sini ada kritik, itu baik dan itu biasa dalam pemerintahan. Dalam demokrasi, kritik biasa dan kita tidak bisa memuaskan semua orang," tegasnya.
Seperti diketahui, usulan agar Prabowo melakukan reshuffle kabinet telah lama bergulir, bahkan sejak menteri-menteri Kabinet Merah Putih dilantik pada tanggal 21 Oktober 2024. Usulan itu mengemuka karena dari sekian menteri yang dilantik, sekitar 17 di antaranya merupakan menteri-menteri di era pemerintahan Jokowi, bahkan ada yang dianggap sebagai orangnya Jokowi, seperti Menteri ESDM Bahlil Lahadahlia dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.
Dalam delapan butir usulan Forum Purnawirawan Prajurit TNI (FPP TNI) yang dibacakan pada April 2025 silam, dalam acara silaturahmi dengan tokoh masyarakat, juga terselip permintaan agar Prabowo mereshuffle pejabat dan menteri yang masih terkait dengan kepentingan Jokowi. (rhm)





