Jakarta, Harian Umum - Kesatuan Serikat Pekerja Tenaga Medis dan Kesehatan Indonesia (KSPTMKI) meminta Menteri Kesehatan agar mereshuffle top manajemen dan Dewan Pengawas (Dewas) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Permintaan itu disampaikan menyusul terjadinya tiga kasus pemerkosaan yang dilakukan terhadap pasien dan keluarga pasien di RS itu oleh dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anesthesi Unpad, dokter Priguna Anugerah Pratama l.
"Mengingat perkembangan kasus pemerkosaan di RS Hasan Sadikin yang merupakan RS Vertikal di bawah Kementrian Kesehatan, kami merasa perlu untuk mengingatkan Menteri Kesehatan agar mereshuffle top manajemen dan Dewas RS Hasan Sadikin Bandung," kata Ketum KSPTMKI Roy Sihotang, MARS melalui siaran tertulis, Senin (14/4/2025).
Menurut dia, tempat kejadian perkara yang merupakan RS Vertikal di bawah Kemenkes, menunjukkan kalau RS Vertikal Kemenkes lemah dalam menjalankan pengawasan wilayah RS tersebut.
"Seharusnya Kemenkes, dalam hal ini RS Vertikal sekelas RS Hasan Sadikin, dapat memberikan jaminan keamanan bagi keluarga pasien, bukan sebaliknya malah membuat khawatir dan was-was," imbuh dr. Roy.
Ia juga meminta agar direktur jenderal (Dirjen) yang melakukan pengawasan terhadap nanajerial RS Vertikal juga harus direshuffle.
"Sanksi jangan terbatas pada pelaku saja" tegasnya.
Seperti diketahui, kasus pemerkosaan yang dilakukan Priguna sangat menggegerkan karena dia melakukan perbuatannya di area yang seharusnya clear dari segala jenis kekerasan, termasuk kekerasan seksual.
Perbuatannya terungkap setelah korbannya yang ayahnya sedang dirawat di RSHS Bandung sadar setelah dibius, merasakan sakit di area kemaluannya. Dari hasil visum, di area itu ditemukan sperma, sehingga Priguna ditangkap.
Priguna menjadi tertuduh karena sebelum membius dan memperkosa korban yang baru berusia 20 tahun itu, dia meminta korban memeriksakan golongan darahnya untuk dicocokkan dengan golongan darah orang yang akan menerima transfusi darah. Dia membawa korban ke salah satu ruangan di lantai 7 RSHS Bandung, dan di situlah korban diperkosa.
Dari pengembangan polisi terungkap ada dua korban lain yang semuanya pasien RSHS Bandung. (rhm)


