Depok, Harian Umum - Situasi di depan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, tampak kondusif, Sabtu (11/11/2017) pagi, pasca kerusuhan di ruang tahanannya, Jumat (10/11/2017) sore.
Dari pantauan terlihat suasana tempat dimana mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditahan itu nampak tenang, tak terlihat kalau di tempat itu telah terjadi sebuah peristiwa yang menghebohkan.
Meski demkian, di depan pagar Mako Brimob, tepat di tepi jalan, dipasang kawat berduri sepanjang sekitar 10 meter, sementara seorang petugas dengan perlengkapan lengkap, seperti helm, rompi anti-peluru, dan senjata, berjaga di pos yang berada tepat di tengah-tengah antara gerbang masuk dan gerbang keluar.
Sejumlah mobil pribadi terlihat keluar masuk, sementara arus lalu lintas di depannya terpantau ramai lancar.
Sebelum, seperti beredar di media sosial, narapidana kasus terorisme yang ditahan di tempat itu mengamuk karena Sipir dan petugas Densus memasuki kamar para narapidana itu, dan kemudian menginjak-injak serta membuang Al Qur’an dan kitab-kitab yang mereka miliki.
Saat mengamuk, para tahanan itu merusak dan membakar ruang tahanan.
Namun Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rikwanto, dalam keterangannya mengatakan kerusuhan itu dipicu oleh adanya tahanan yang tidak terima saat ruang tahanannya digeledah, dan melakukan provokasi.
Kata dia, selepas salat Jumat, para tahanan dimasukkan ke sel masing-masing di kamar A5 dan C5. Setelah itu anggota Densus 88 yang sedang piket menggeledah sel tahanan dan menemukan empat buah handphone milik tahanan bernama Juhanda, Saulihun, Kairul Anam, dan Jumali.
"Tidak benar ada pelemparan Al Qur'an," bantahnya.
Kericuhan pecah karena saat pemeriksaan berlangsung, ada tahanan yang tidak terima dan memancing-mancing petugas, sehingga ada petugas yang terpancing, sementara di sisi lain para tahanan terus berteriak sambil memekikkan takbir, sehingga memancing tahanan blok sebelahnya.
"Anggota piket dari Satuan III Pelopor melakukan tindakan dengan tembakan ke atas guna untuk tanda terjadi chaos dan untuk kasih peringatan kepada para narapidana," tambah Rikwanto.
Akibat kericuhan itu, pintu sel tahanan dan pintu pagar lorong blok jebol, sementara kaca jendela di Blok C dan B) pecah.
Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.
"Tidak ada," katanya. (rhm)







