Jakarta, Harian Umum - Jumlah korban tewas akibat banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut) hingga Sabtu (29/21/2025) berdasarkan data kepolisian daerah (Polda) setempat telah hampir mencapai 150 orang.
"Untuk sementara, sebanyak 147 orang meninggal dunia dan dalam pencarian sebanyak 174 orang," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan* kepada media.
Selain itu, 32 warga yang mengalami luka berat dan 722 orang lainnya terluka ringan, sementara 28.427 orang mengungsi.
Ferry menambahkan, hingga kini ribuan personel gabungan masih bekerja di lapangan untuk melakukan pencarian korban, evakuasi, hingga pembersihan material longsor.
Dari kepolisian sendiri tercatat 3.553 personel diterjunkan dalam penanganan darurat bencana tersebut, sedang bantuan logistik dari Mabes Polri telah dikirim melalui pesawat CN-295 untuk mendukung kebutuhan para penyintas.
"Kami juga melaksanakan koordinasi dengan Pemda setempat untuk menyediakan tempat pengungsian yang representatif," tambah Ferry.
Seperti diketahui, hujan dengan intensitas tinggi dengan disertai angin kencang di Sumatera Utara memicu banjir dan longsor di sejumlah daerah di provinsi itu, antara lain di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Sibolga, Pakpak Bharat, Kota Padangsidempuan.
Di antara kota dan kabupaten tersebut bahkan ada yang sempat terisolasi akibat akses jalan yang tertutup longsor dan genangan air sebagaimana yang terjadi di Sibolga dan Sibolga. (man)
,


