Jakarta, Harian Umum - Pelaksanaan acara debat calon presiden (capres) kedua pada Minggu (17/2/2019) telah usai. Pernyataan masing-masing dari masing-masing materi soal masalah pada acara debat tanpa didampingi wakilnya, membuat kubu klaim keunggulan.
Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily menganggap pada debat capres kedua Jokowi mampu menguasai masalah hingga penyampaian visi misi. Karena itu Ace mengaku Jokowi unggul 6-0 atas Prabowo.
"Pak Jokowi sangat memahami masalah dengan menyampaikan capaian yang diterima. Mengucapkan Prabowo tidak mengerti masalah, konsep miskin, hal-hal yang terkait dengan program yang lebih fokus, selalu mengulang-ngulang dan tidak nyambung," kata Ace untuk membantah.
Selain itu kata Ace, Prabowo hanya bicara normatif dan banyak mengakui keberhasilannya Pak Jokowi dalam banyak hal.
"Sekali lagi, Pak Jokowi unggul telak dan sangat menguasai tema ini, programnya lebih konkret dan teruji. Sementara Pak Prabowo selalu mengulang-mengulang narasi normatif soal pasal 33, tanah, air dan udara dikuasi negara. Memang Pak Prabowo konsisten dengan paradoks-nya," imbuhnya.
Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono membantah klaim TKN Jokowi-Ma'ruf, sebaliknya Prabowo yang unggul 6-0 pada debat capres tersebut.
Salah satu faktor keunggulan Prabowo Fery menerangkan, tidak menyudutkan pribadi lawannya dalam debat tersebut. "Prabowo dalam debat menghindari menyudutkan pribadi namun sebaliknya Jokowi menyebutkan tanah yang sebenarnya bukan milik Prabowo namun itu Hak Guna Usaha yang pada periode tertentu dikembalikan kepada negara," katanya.
Selain itu terkait persoalan mengimpor beberapa komoditi pangan seperti yang dilakukan capres petaha, Prabowo justru menegaskan tidak ingin impor. Sebab karena beberapa komoditi pangan bisa diproduksi di dalam negeri.
"Untuk mengatasi harga ditingkat konsumen tidak harus dengan impor dan sebenarnya untuk menyediakan harga yang terjangkau tidak harus impor namun memotong mata rantai produksi," ujarnya.
Ferry melanjutkan Prabowo selalu mengedepankan kemandirian, tidak hanya dari perundingan yang disetujui komoditas pangan, namun dari sektor energi, Prabowo mengungkapkan ingin membangun industri yang memiliki nilai tambah di migas, tambang dan mineral.
Di sektor infrastruktur menurut dia, Prabowo ingin membangun infrastruktur yang berkaitan dengan peningkatan produksi rakyat dan memperbaiki tidak efisiennya biaya infrastruktur. (Zat)







