Jakarta, Harian Umum - Perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel kontra Iran yang dimulai sejak 28 Februari 2026, makin brutal ketika perang itu memasuki hari keenam, Kamis (5/3/2026).
"Terjadi ledakan di seluruh Iran karena AS dan Israel hari ini kembali membombardir negara itu," kata Al Jazeera, Kamis (5/3/2026).
Mengutip laporan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, jumlah warga Iran yang tewas telah menembus 1.230 orang.
"Kamis pagi ini Teheran dikejutkan oleh ledakan dahsyat di seluruh kota, terutama di kantor polisi dan beberapa fasilitas pemerintah.Sebuah stadion olahraga berkapasitas 12.000 tempat duduk juga terkena ledakan. Stadion itu kosong, tetapi tidak ada yang tahu apa target di balik atau di bawah stadion tersebut. Stadion itu mengalami rusak parah," kata Al Jazeera lagi.
Namun, Iran juga tidak berhenti menyerang aset-aset AS di Timur Tengah dan membombardir Israel.
Tasnim melaporkan, pasukan Iran menembak jatuh sebuah drone Hermes di atas Qasr-e Shirin di provinsi Kermanshah.
Sebuah video yang diunggah pemilik akun X @AfganPm memperlihatkan Kapal perusak rudal milik AS, Arleigh Burke, terbakar hebat akibat hantaman rudal Iran.
"Kapal perusak rudal Amerika Arleigh Burke, yang dibangun dengan miliaran dolar uang dari negara-negara Teluk, terlihat terbakar, menimbulkan pertanyaan tentang kekuatan AS dan Israel, yang dianggap "tak terkalahkan"," kata pemilik akun itu.
Sementara akun X @IranMilittery memposting video tentang pesawat pengebom AS yang dibawa keliling kota dengan truk setelah ditembak jatuh.
"Iran menembak jatuh kehormatan Amerika dan pesawat pembomnya.. dan memamerkannya di pasar. Tentara Iran bangga," kata admin akun itu.
Perang AS-Israel vs Iran ini juga telah melebar ke Lebanon setelah Hizbullah membom salah satu pangkalan militer Israel untuk membalas kematian Ayatollah Ali Khamenei saat serangan pertama AS-Israel pada 28 Februari 2026.
Al Jazeera melaporkan, hari ini serangan udara Israel menargetkan Kota Harouf dan Kfar Rumman di Lebanon selatan, dan sedikitnya 8 orang tewas dalam serangan itu.
Di sisi lain, pasukan Iran melancarkan serangan terhadap kelompok-kelompok Kurdi di wilayah semi-otonom mereka di Irak. Kementerian Intelijen Iran mengkonfirmasi bahwa mereka menyerang pos-pos "kelompok separatis" yang bermaksud masuk melalui ke Iran melalui perbatasan barat.
"Merekamengalami kerugian besar," kata kementerian tersebut.
Namun, Kementerian Intelijen Iran juga mengatakan, pasukan Iran bekerja sama dengan "Kurdi yang mulia" untuk menggagalkan rencana "Israel-Amerika" menyerang wilayah Iran. (man)


