Jakarta, Harian Umum- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera mengoperasikan jalan layang tapal kuda pertama di ibu kota. Dengan tampilan kekinian dan instagramable yang dilengkapi dengan taman dan tata pencahayaan menarik, jalan layang itu harus memperhatikan aspek keamanan.
"Keren! Jakarta, khususnya Lenteng Agung punya tempat ikonik. Tapi jangan lupakan aspek keamanan dan keselamatan. Karena biasanya, jalan layang sering digunakan anak muda untuk nongkrong. Harus dipasang cctv untuk mencegah terjadinya kejahatan saat dioperasikan nanti," ujar anggota fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Purwanto, di Jakarta, Kamis (6/8).
Menurut tokoh Betawi di Lenteng Agung ini, pembangunan jalan simpang tak sebidang sangat diperlukan mengingat perlintasan rel kereta api di titik itu cukup padat. Dia berharap, keberadaan jalan layang tapal kuda ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat.
"cctv yang memadai dan patroli satpol pp menjadi syarat mutlak sebagai tahap awal pengawasan keamanan dan kenyamanan publik," ucapnya.
Ke depan, katanya, jalan tak sebidang akan menggunakan underpass, fly over dan JPO. Untuk itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta memastikan kesadaran masyarakat linier dengan perkmbangan pembangunan Jakarta yang makin ciamik.
"Dan masyarakat mulai sadar tak lagi menggunakan perlintasan kereta api sebagai jalan pintas. Ada ruang terbuka hijau dan design taman hrs menganut azas nyaman, bersih, asri, manfaat dan aman," tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau pembangunan jalan layang tapal kuda itu. Anies memastikan, jalan yang yang dibangun mulai November tahun lalu itu bisa digunakan masyarakat pada awal 2021.
"Pagi tadi mengecek kemajuan pekerjaannya, alhamdulillah sudah mencapai 75%. Mohon doa dan dukungannya agar segera tuntas sesuai rencana pada akhir tahun 2020 dan dapat kita mulai gunakan pada tahun 2021," kata Anies.
Diakuinya, Jalan Layang Lenteng Agung menggunakan anggaran dari APBD DKI Jakarta sebesar Rp140,8 miliar. Pembangunan simpang tak sebidang ini bertujuan untuk mengurai simpul kemacetan di perlintasan KA Lenteng Agung.
Kepala Suku Dinas (Kasudin) Bina Marga Kota Jakarta Selatan Heru Suwondo mengatakan, pihaknya membangun jalan layang Lenteng Agung dan jalan layang Tanjung Barat dengan desain artistik. Dia mengharapkan, jalan layang itu l akan menambah keindahan di wilayah Jakarta Selatan.
Heru menyebutkan, jembatan layang Lenteng Agung dan Tanjung barat dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga dimulai sejak akhir 2019 lalu. Jalan layang Lenteng Agung terdiri atas dua buah jalan layang berbentuk tapal kuda yang saling terbalik dengan panjang 880 meter.
Sedangkan jalan layang Tanjung Barat juga terdiri dari dua buah jalan layang berbentuk tapal kuda yang saling terbalik, memiliki panjang total 1.120 meter. (hnk)







