Jakarta, Harian Umum - Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) periode 2020-2024, Tobaristani, menyoroti kemacetan parah di hampir semua ruas jalan di Jakarta pada Kamis (30/10/2025) sore hingga malam.
Peristiwa itu dipicu oleh hujan deras yang disertai angin kencang yang berlangsung relatif singkat, tak sampai 4 jam, akan tetapi dapat memicu banjir di beberapa lokasi, termasuk di jalan raya, sehingga arus lalu lintas terganggu.
"Pada Kamis (30/10/2025) sekitar pukul 14.45 WIB, sebagian wilayah Jakarta diguyur hujan yang hanya beberapa jam, tidak sampai satu hari atau setengah hari, akan tetapi terjadi banjir di mana-mana, sehingga sebagian besar jalan di Jakarta macet parah," kata Toba melalui siaran tertulis, Sabtu (1/11/2025).
Ia mencatat kemacetan antara lain terjadi di Jalan HR Rasuna Said, Mampang Prapatan, hingga Buncit Raya, Jakarta Selatan, sehingga kendaraan tak bergerak.
Kemacetan juga terjadi di Jalan Tendean, Jalan HOS Cokroaminoto arah Tendean, Jalan TB Simatupang arah Ragunan, Jalan MT Haryono arah Pancoran, , Jalan Prapanca. Jalan Antasari, dan banyak lagi.
Di Mampang Prapatan arah Tendean, kata Toba, polisi terlihat mengalihkan arus lalu lintas agar melalui Jalan Mampang 10 akibat ada banjir di sekitar Pondok Karya, Kemang, dan juga karena pohon tumbang akibat terpaan angin kencang.
Berdasarkan pengalamannya saat kemacetan itu terjadi, Toba menyebut waktu tempuh dari Underpas Rasuna Said menuju Pela Mampang yang biasanya hanya beberapa menit, kala itu mencapai 3-4 Jam.
"Pertanyaan kita; mengapa setiap tahun, setiap turun hujan, pasti terjadi macet? Apakah Dinas Sumber Daya Air (SDA) tidak merawat selokan atau gorong-gorong, sehingga ketika hujan turun airnya meluap dan menciptakan banjir yang mengganggu arus lalu lintas? Bukankah ada anggaran untuk drainase?" tanya Toba.
Ia mengakui bahwa di setiap musim hujan, Jakarta mendapat kiriman air dari Bogor dan Depok, akan tetapi biasanya banjir terjadi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS), bukan di jalan protokol yang jauh dari DAS, seperti HR Rasuna Said, Buncit Raya, MT Haryono, TB Simatupang, dan lain-lain?
Ia juga melihat kalau macet parah di sebagian besar wilayah Jakarta pada Kamis (30/10/2025) sore hingga malam, dipicu oleh banyaknya pengendara motor yang berteduh di bawah jalan layang dan under pass, serta adanya lampu lalu lintas yang dikabarkan mati.
"Saya kita Gubernur Pramono Anung harus mengevaluasi kepala dinas dan kepala suku dinas yang terkait dengan masalah banjir dan macet itu. Kalau hal seperti ini terus terulang, bagaimana mungkin Jakarta jadi Kota Global?" tanyanya.
Ia juga mengingatkan bahwa Jakarta punya tagar yang sangat keren, yakni #jagajakarta.
"Tapi kalau yang terjadi seperti itu, bagaimana Jakarta dijaga?" tanyanya.
Ia berharap, Gubernur tegas dalam menindak anak buahnya yang tidak becus bekerja, dan tidak mampu melakukan antisipasi ataupun cegah dini demi menjaga hal-hal yang tak diinginkan.
"Jakarta kan memang masih menjadi provinsi langganan banjir. Jadi, ketika hujan mulai sering turun, apalagi bila dengan intensitas tinggi, para pejabat itu seharusnya sudah punya langkah antisipasi. Jangan tunggu perintah, atau nunggu sampai ditegur, baru kerja," katanya.
Toba berharap jajaran Pemprov DKI Jakarta solid, dan tidak membiarkan gubernur dan wakilnya kerja sendiri.
"Kalau ada pejabat yang malas, culas, dan tidak taat perintah, copot saja," tegas dia. (rhm)







