Lampung Selatan, Harian Umum - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Selasa (7/7/2026), kembali erupsi dengan melontarkan kolom abu setinggi 100 meter dari puncak mawah, atau 257 meter dari permukaan laut.
Namun, status gunung api ini masih Level III (Siaga).
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, erupsi terjadi pada pukul 08.21 WIB.
'Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut," kata Badan Geologi dikutip dari akun X-nya.
Lembaga ini mencatat terjadi 4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3.5-4.5 mm, dan lama gempa 23-42 detik; 4 kali Harmonik dengan amplitudo 4.5-6.1 mm, dan lama gempa 32-57 detik; serta 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-4 mm, dominan 1 mm.
"Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki direkomendasikan untuk tidak mendekati Gununh Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," saran Badan Geologi.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi, mengatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga kini masih berfluktuasi.
Meski erupsi masih terjadi, hasil evaluasi belum menunjukkan adanya perubahan tingkat aktivitas gunung.
"Erupsi masih terjadi dengan karakter yang fluktuatif. Sampai saat ini status Gunung Anak Krakatau masih tetap berada pada Level III atau Siaga," katanya dikutip dari Kompas.com. (rhm)







