JAKARTA, HARIAN UMUM - Sarana dan prasarana di SLB (sekolah luar biasa) 09, Sunter Agung, Jakarta Utara dinilai masih kurang memadai. Fasilitas-fasilitas dasar SLB seperti taman bermain, alat peraga, alat bantu dan ruang tunggu bagi orang tua siswa bahkan belum tersedia.
Tidak hanya itu gedung tersebut juga tidak dilengkapi AC, lantainya tidak diberi alas karpet dan sirkulasi udara di toilet tidak terbuang keluar.
Hal tersebut terungkap saat DPRD DKI Jakarta meninjau ke SLB 09 tersebut, Kamis (1/8/2019). Anggota DPRD yang ikut dalam tinjauan tersebut yaitu Wakil Ketua DPRD M. Taufik, Meiti Magdalena, Bestari Barus dan Mujahid Samal.
"Karena itu kita mau dorong supaya fasilitasnya harus selengkap-lengkapnya. SLB tersebut harus menjadi contoh bagi sekolah SLB yang lain di Jakarta," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik kepada wartawan.
Taufik menegaskan akan memanggil pihak terkait untuk segera membenahi SLB tersebut. Termasuk pihak pemegang proyek pembangunan gedung SLB tersebut.
"kita akan mengundang semua yang terkait dari Dinas, Sudin, termasuk pelaksana pembangunan ini. Karena menurut saya bangunan itu tidak menunjukkan bahwa ini sekolah untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus," lanjut Taufik.
Setelah tinjauan ke SLB tersebut, Taufik menilai ke 13 SLB lainnya di wilayah Ibukota dalam kondisi serupa. Padahal SLB diperuntukan bagi siswa berkebutuhan khusus yang semestinya fasilitas dan sarana serta prasarana harus lebih baik dari sekolah pada umumnya. "Alat bantu lain termasuk kebutuhan guru, terapis dan psikolog, saya ngga yakin itu ada. Padahal itu merupakan rangsangan yang lain spy mau kesini (sekolah). Jadi sekolah ini contoh rujukan penilaian bagi SLB lain. Pasti seluruh SLB lain kondisinya serupa bahkan bisa jadi lebih parah," ujar Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta tersebut.
Di tempat yang sama Anggota Fraksi Partai Nasdem Bestari Barus mengatakan, SLB tersebut sangat tidak layak bagi siswa berkebutuhan khusus. Pihak pengembang proyek pun membuat bangunan tidak sesuai spek aturan," SLB itu jangan hanya sekedar ada. Fasilitasnya banyak tak tersedia. Jadi kualitas sangat jelek, menurut saya diantara grade 3 dan 4. Arti nya tidak buruk namun juga tidak cukup. Seakan-akan vendor tidak tahu bahwa yang dibangun SLB. Jadi menurut saya, sangat jelek secacat-cacatnya vendor," tandasnya.
Selain tinjauan ke SLB 09, pekan depan DPRD DKI juga berencana meninjau sekolah khusus Maritim di Cilingcing, Jakarta Utara. (Zat)







