Jakarta, Harian Umum - Sebanyak tujuh orang pelaku yang satu di antaranya merupakan anggota DPD RI dan enam pimpinan Ormas di Bali, Selasa (12/12/2017), dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri karena diduga terlibat kasus persekusi terhadap Ustad Abdul Somad (UAS), Sabtu (9/12/2017).
Anggota DPD tersebut adalah Arya Wedakarna, sementara enam pimpinan Ormas yang dilaporkan di antaranya adalah Ketut Ismaya, Jamiya Mulyandari, Hus Yadi, Micko Jatmika, dan Arif.
Bersama mereka, Ormas yang mereka pimpin juga dilaporkan karena terlibat persekusi tersebut, di antaranya Laskar Bali, Garda Nasional Patrio Indonesia (Ganaspati), Patriot Garda Nusantara, dan Perguruan Silat Sandimurti.
"Total ada 10 (Ormas yang melakukan persekusi), tapi baru ada lima yang kita laporkan hari ini," ujar Ismar Syafrudin, sang pelapor yang berprofesi sebagai pengacara.
Ismar melapor dengan didampingi pengacara dari Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia, Haryadi Nasution
"Ada tujuh orang yang kita laporkan dan lima ormas, dengan tuduhan melakukan tiga pelanggaran hukum," jelas Haryadi kepada pers.
Laporan pertama adalah tentang dugaan ujaran kebencian dan provokasi. Salah seorang yang diduga terlibat dalam kasus ini adalah Arya Werdakarna.
Laporan kedua terkait dengan persekusi yang dilakukan Orams-Ormas yang telah dilaporkan, dan ketiga adalah dugaan bahwa ormas-ormas itu telah melanggar UU Ormas.
Ismar mengakui, ia terpaksa membuat laporan agar ke depan apa yang dialami UAS tidak terjadi lagi di Indonesia.
"Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, kita harus memperjelas suatu permasalahan. Nah, untuk itu saya melakukan pelaporan agar lebih jelas, karena saya juga selama ini memahami bahwa Kapolri sudah menginstruksikan apabila terjadi suatu peristiwa persekusi, beliau sudah instruksikan tegas untuk itu," katanya.
Seperti diketahui, UAS datang ke Bali atas undangan Kodam Udayana yang pada Sabtu (9/12/2017) menyelenggarakan tabligh akbar.
Namun sebelum acara berlangsung, sejumlah Ormas mendatangi Hotel Aston tempat dimana sang Ustad menginap dengan membawa senjata tajam, karena menuduh isi ceramah Ustad Somad radikal dan penuh ujaran kebencian.
Konon, Ormas-ormas itu bergerak karena hasutan dan provokasi Arya Wedarkarna. (rhm)







