Jakarta, Harian Umum - Seorang pria berinisial AI ditangkap karena diduga merupakan penculik dan pembunuh anak tirinya yang bernama Alvaro Kiano Nugroho (6).
Anak itu hilang pada Maret 2025, dan jenazahnya ditemukan di Kali Cilalay, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam kondisi telah menjadi kerangka pada Minggu (23/11/2025).
"Terduga pelaku adalah ayah tirinya Alvaro,” kata Kapolres Jakarta Selatan Nicolas Ary Lilipaly kepada media, Senin (24/11/2025).
Terkait motif AI menculik dan membunuh Alvaro, Nicolas belum mau menjelaskan.
"Nanti dulu ya, setelah penyelidik dan penyidik melakukan upaya maksimal," katanya.
Sebelum hilang, Alvaro terakhir kali terlihat di Masjid Jami Al Muflihun Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Kamis (6/3/2025). Masjid itu berada di dekat rumahnya.
Sebelum itu, ia menemani neneknya berobat ke RSUD Pesanggrahan, dan pulangnya minta dibelikan susu kepada kakeknya, Tugimin (71).
Kakeknya itu mengingatkan bahwa Alvaro sedang berpuasa, akan tetapi bocah itu berkilah bahwa karena ia anak kecil, ia boleh berpuasa setengah hari
Saat azan Ashar berkumandang, Alvaro bergegas ke Masjid Jami Al Muflihun tanpa berpamitan.
Kemudian, saat menjelang waktu berbuka puasa, seorang pria yang mengaku sebagai ayah Alvaro, datang ke masjid itu untuk mencarinya, dan marbot masjid memberitahu kalau Alvaro berada di lantai dua.
Setelah itu, Alvaro tidak terlihat lagi. Dia juga tidak pulang ke rumah hingga waktu menunjukkan pukul 21.30 WIB.
Khawatir, Tugimin langsung bergegas ke masjid untuk menjemput Alvaro, akan tetapi marbot masjid memberitahu bahwa tadi ada seorang pria yang mengaku sebagai ayah Alvaro, mencari anak itu.
Panik, Tugimin melaporkan kejadian itu ke Polsek Pesanggrahan, akan tetapi petugas menyarankan menunggu hingga 1x24 jam.
“Besoknya saya ke Polsek Pesanggrahan. Setelah itu, saya diarahkan ke Polres Jakarta Selatan. Karena, penanganan anak di bawah umur itu Polres yang menanganinya. Saya diantar oleh petugas dari Polsek,” jelas Tugimin pada April 2025.
Pelaku ikut mencari
Selama Alvaro menghilang, AI diketahui beberapa kali ikut mencarinya, bahkan sampai ke Bogor.
"Bapak tirinya itu juga ikut membantu mencari. Misalkan, ‘Pak, saya mau ke daerah Bogor, katanya ada informasi ke Bogor, suruh nelusurin Jalan Raya Bogor sampai terminal sampai stasiun.’ Nah itu nyari berdua sampai malam baru pulang,” kata Tugimin, Minggu (23/11/2025).
Meski demikian, untuk memastikan bahwa kerangka manusia yang ditemukan di Tenjo memang Alvaro, polisi akan melakukan pengecekan DNA. Untuk itu, Arumi, ibu Alvaro, akan bertolak dari Medan ke Jakarta hari ini, Senin (24/11/2025), untuk menjalani tes DNA. (man)







