Jakarta, Harian Umum - Ribuan massa dari tiga Ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR), Rabu (20/9/2023), menggelar Aksi Bela Rempang 209 di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Ketiga Ormas Islam dimaksud adalah Front Persaudaraan Islam (FPI), GNPF-Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212.
Massa ketiga Ormas ini datang tak hanya dari Jakarta, tapi juga dari Bekasi, Tangerang, Bogor, xan lain-lain. Jumlah mereka lebih dari 1.000 orang.
Dalam orasinya, para orator yang menyampaikan pandangannya secara bergantian dari mobil komando, semuanya mengeritik proyek Eco City di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, karena menurut mereka, proyek yang dikerjakan PT Makmur Elok Graha (MEG) itu, perusahaan milik taipan Tommy Winata, merupakan invasi terhadap Rempang, bukan investasi, karena proyek itu menggusur seluruh warga Rempang yang bermukim di 16 kampung adat.
"Karena itu kita berada di sini untuk menentang invasi itu dan membela masyarakat Rempang yang terancam terusir dari tanah yang telah ratusan tahun ditempati," kata seorang orator
Dari para orator itu terdapat satu warga Riau yang bermukim di Jakarta. Dalam orasinya, dia mengajukan empat tuntutan kepada pemerintah. Dua di antaranya adalah menuntut pemerintah agar membatalkan penggusuran warga Rempang, dan menuntut DPR agar membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) Kasus Rempang.
"Kami menuntut pemerintah agar hentikan upaya penggusuran terhadap warga Rempang, dan kami tuntur DPR membentuk Tim Pencari Fakta Kasus Rempang!" katanya.
Massa mulai berdatangan ba'da zuhur dengan membawa mobil komando dan atribut FPI, GNPF-Ulama dan PA 212, antara lain berupa bendera. (rhm)






