Jakarta, Harian Umum- Politisi PDIP Bimo Hastoro mengatakan, partainya masih akan berkibar di DKI Jakarta, dan bahkan meyakini partainya akan kembali memiliki fraksi terbesar di DKI Jakarta.
"Pada Pilpres 2014 lalu kami mendapat 28 kursi dan menjadi partai dengan kursi terbanyak di DPRD DKI Jakarta, sehingga menjadi fraksi terbesar. Pada Pilpres 2019 ini target tambah dua kursi," katanya di Gedung Dewan, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).
Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta ini menegaskan, adanya imbauan dari sejumlah kalangan agar umat Islam tidak milih Caleg dari partai pengusung penista agama, termasuk PDIP, tidak berpengaruh banyak bagi masyarakat, karena saat dirinya berkampanye di Dapil-nya, yakni Dapil DKI Jakarta IX yang meliputi Kecamatan Cengkareng, Kalideres dan Tambora, masyarakat yang hadir sangat banyak.
"Itu membuktikan bahwa masyarakat, khususnya kalangan milenial, tidak terpengaruh pada imbauan, karena mereka lebih melihat pada program yang ditawarkan dan pada prestasi Pak Jokowi sebagai presiden dalam 4,5 tahun ini. Kaum milenial itu kaum rasional," katanya.
Ketika ditanya apa yang ditawarkan selama berkampanye? Anggota Komisi B DPRD DKI Jakata mengatakan; penajaman pada Program Tiga Kartu Jokowi, yakni Kartu Prakerja, Kartu Sembako Murah dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah, karena kartu-kartu ini nantinya juga akan diimplementasikan oleh Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024, melalui APBD.
Ketika ditanya bagaimana program Ini dimasukkan dalam APBD? Ia menjawab, melalui usulan DPRD, namun tidak termasuk dalam anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) Dewan.
"Program-program ini bermanfaat bagi masyarakat ke depan, karena dapat menyejahterakan. Ini Program.Indonesia Maju," imbuhnya.
Soal anggaran yang dialokasikan, Bimo mengatakan sudah diperhitungkan besarannya, namun belum dapat diungkap karena hari pemungutan Pemilu 2019 baru digelar Rabu (17/4/2019) lusa.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta periode 2010-2015 ini mengakui, dari 16 Parpol kontestan Pemilu 2019, lawan berat PDIP adalah Gerinda.
Di lapangan, dukungan terhadap PDIP dan Gerindra kejar-kejaran.
"Kita lihat nanti hasil Perhitungan Pemilu, mana yang lebih unggul," pungkasnya. (rhm)






