JAKARTA, HARIANUMUM- Netizen mencibir pernyataan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut bahwa partainya tidak khawatir ditinggal para pendukungannya yang beragama Islam.
"Sombong!! Ente jual kita beli, sobat.. mari sama2 tenggelamkan moncong putih !!" ujar pemilik akun @FBR_AlBetawie, seperti dikutip harianumum.com, Minggu (29/10/2017).
"PDIP sbnrnya Pesimis 2019 smjak Kekalahan pilkada danpilgub DKI ,Skrg Rakyat sdh tau Watak aslinya pdip bkn bela wong cilik tp wong licik ..," ujar pemilik akun @Banyumas405
"Takabur.... Jumawa ... Tanda tanda ambles.. Aura redup sdh teraba Lihat saja nanti...," ujar pemilik akun @sailordreamer.
Hasto menyatakan hal itu terkait sikap partainya yang mendukung pengesahan Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas. menjadi undang-undang( UU), dengan alasan kalau selama ini partainya pun memiliki basis pemilih Muslim yang besar.
"PDIP mempuyai lebih dari 85 persen pendukungnya basis Muslim," kata Hasto di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10/2017).
PDIP mendukung pengesahan Perppu ini bersama partai-partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK yang lain, yakni Partai NasDem, Hanura, PKB, PPP dan Golkar. Sementara tiga partai, yakni Gerindra, PKS dan PAN menolak.
Perppu ini ditolak umat Islam karena dijadikan alasan untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan diyakini akan menyasar Ormas Islam lain, termasuk FPI, karena UU Ormas yang baru ini secara tak tersirat menganggap Islam dan Ormasnya sebagai golongan intoleran dan radikal.
Di sisi lain, dalam pidatonya, Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut kalau faham atheisme, komunisme, leninisme, marxisme yang berkembang ceoat di Indoensia, tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, sehingga sempat dikecam Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Anton Digdoyo.
"Jika rakyat kaget, saya pun kaget dengan pidato Mendagri tersebut," katanya, seperti dikutip dari rmol.co.
Hasto mengklaim, dengan menerima Perppu Ormas menjadi UU, maka PDIP sudah sesuai dengan tujuan menjaga konstitusi dan Pancasila dari ormas-ormas yang ingin mengganti ideologi dan
mengancam kedaulatan negara.
"Pemerintah mendapat dukungan kuat termasuk dari PDIP, agar pemerintah punya alat untuk melakukan pembubaran organisasi yang bertentangan dengan Pancasila itu," katanya.
Hasto bahkan mengklaim Perppu Ormas psudah mendapatkan masukan dari berbagai organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama, sehingga jika ada pihak-pihak yang menyebut PDIP tak ramah pada organisasi keagamaan Islam, Hasto menganggapnya sebagai strategi kampanye dari pihak-pihak yang menolak aturan
tersebut.
"Bagaimana mungkin PDIP bersama NU membiarkan ada ormas yang nyata-nyata bertentangan dengan Pancasila," pungkasnya. (rhm)




