Jakarta, Harian Umum - Partai Golkar diprediksi hanya mampu berada diurutan ke-4 dalam perolehan suara di pemilu 2019 mendatang. Posisi Setya Novanto, sebagai ketua umum partai yang saat ini menjadi tersangka korupsi e-KTP dinilai menjadi penyebab utama turunnya elektabilitas partai beringin ini. Hal tersebut diungkapkan aktivis Rumah Gerakan 98 Barita Ricky Tobing.
Menurutnya inilah kekalahan telak Golkar sepanjang sejarah berdirinya partai tersebut.
“Dalam satu bulan, 7 kepala daerah yang merupakan kader Golkar ditangkap oleh KPK karena kasus korupsi. Jadi, saat ini Golkar menang dalam pertandingan korupsi di Indonesia. Ini merupakan pencapaian luar biasa bagi Golkar dalam memusnahkan dirinya,” sindir pria yang akrab disapa Ricky ini.
Menurutnya, Golkar dibawah kepemimpinan Setya Novanto sedang berupaya keras menarik perhatian KPK.
Ricky mengatakan, daripada terus berkonflik, sebaiknya Golkar menetapkan Setya Novanto sebagai ketua umum partai seumur hidup.
“Mengapa tidak? Bahkan pendiri SOKSI Soehardiman pun pernah mengusulkan agar Soekarno menjadi presiden seumur hidup. Mungkin sudah saatnya para fungsionaris Golkar memikirkan hal tersebut. Karena Golkar hanya punya waktu 1,5 tahun untuk me-rebound suaranya. Dengan situasi saat ini, hal tersebut menjadi mustahil,” paparnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/10/2017).
Aktivis 98 ini mengungkapkan peta politik di Golkar, saat ini Setya Novanto lebih kuat dari Soeharto.
“Bahkan Soeharto pun harus kehilangan kekuasaannya menjadi presiden dan ketua dewan Pembina Golkar. Namun Setya Novanto, dalam kondisi kritis sekali pun tetap tidak kehilangan kekuasaan sebagai ketua umum Golkar dan Ketua DPR. Dan bukan tidak mungkin jika pada 2019 nanti, Setnov akan digadang-gadang menjadi presiden republik ini,” sindirnya.
Ricky lebih lanjut menambahkan, inilah titik paling potensial Golkar yang saat ini tengah digali sebagai partai koruptor dan menjadi partai tertangguh dalam pertandingan korupsi. “Dan ini akan menjadi modal logistik Golkar untuk bertarung pada 2019,” pungkasnya.







