Jakarta, Harian Umum - Produk kurma yang mengandung sirup glukosa belakangan ramai dibicarakan di media sosial.
Pasalnya, kurma termasuk jenis buah yang memiliki rasa manis, sehingga banyak yang penasaran mengapa harus diberi 'pemanis' tambahan?
Dilansir detikcom, Rabu (26/2/2026), Pakar Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Nugraha Edhi Suyatma, mengatakan, penambahan sirup glukosa pada kurma umumnya bukan untuk menambah rasa manis, melainkan untuk memperbaiki visual kurma agar lebih 'cantik'.
"Penambahan sirup glukosa umumnya digunakan untuk meningkatkan daya tarik visual kurma yang memiliki kualitas lebih rendah, sehingga dapat diterima konsumen dengan harga terjangkau," kata Prof Nugraha, Kamis (26/2/2026).
Sirup glukosa, lanjut Prof Nugraha, dapat memberikan efek mengkilap pada kurma, sehingga membuatnya 'eye catching' atau menarik perhatian para calon pembeli.
"Memberikan efek kilap sehingga kurma tampak lebih segar, membantu mempertahankan kelembapan permukaan sehingga kulit kurma tidak mudah retak atau pecah, serta dapat mencegah kristalisasi gula alami yang dapat membuat permukaan terlihat kusam atau kasar," imbuh dia.
Selain itu, lanjut Prof Nugraha, coating tipis sirup membantu menyeragamkan tampilan produk dalam satu kemasan.
Ia menyarankan, sebelum membeli, konsumen sebaiknya lebih dulu membaca komposisi produk jika menginginkan produk alami atau original.
Selain itu, perlu diperhatikan tampilan dan tekstur: kurma yang akan dibeli, karena jika terlalu lengket atau sangat mengkilap, kemungkinan telah diberi coating sirup
"Harga kurma yang seperti ini ada kemungkinan memiliki harga lebih mahal," imbuhnya.
Ia menyarankan masyarakat agar menghindari produk seperti ini.
"Pilih kurma yang bebas dari ciri-ciri pertumbuhan jamur (seperti benang/bulu halus atau bercak hitam), kulit buah masih utuh tidak retak/pecah, dan memilinpermukaan mengkilap alamiah," tutupnya. (man)


