Jakarta, Harian Umum - Akun X @IndepenSumatera memposting sebuah informasi terkait penggeledahan 12 lokasi yang dilakukan Ditreskimum Polda Metro Jaya dan Kortas Tipikor Polri pada Rabu (8)7/2026).
Yang menarik, akun ini mencuit bahwa saat polisi masih menggeledah kafe/restoran di Cipete, Jakarta Selatan, anggota TNI dan kejaksaan datang.
Tak hanya itu, akun itu juga mengatakan bahwa sebelum rumah Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah di Kramet Pela, Kecamatan Baru, Jakarta Selatan, dijaga ketat aparat TNI, rumah itu telah lebih dulu digeledah polisi.
"Polisi geledah cafe di cipete, penggeledahan belum usai anggota TNI dan kejaksaan datang," kata @IndepenSumatera dikutip Kamis (9/7/2026).
Cuitan ini didukung sebuah tayangan video yang tangkapan layarnya dapat Anda lihat di foto utama
"Melihat kasus rumah Jampidsus Febrie Ardiansyah yang digeledah Polri, lalu tiba-tiba dijaga ketat TNI, ini bukan drama biasa wak. Semakin dalam dicari, semakin jelas, ada perang dingin antar institusi di baliknya," kata akun itu dicuitan berupa artikel berjudul bombastis; "PERANG DINGIN POLRI VS KEJAGUNG".
Jika disimpulkan dari cuitannya yang lumayan panjang, juga judul artikelnya yang bombastis, dapat disimpulkan bahwa penggeledahan yang dilakukan polisi, menurut akun itu, merupakan balasan atas sepak terjang Febrie yang telah mengungkap banyak perkara kakap.
Namun, akun ini pesimis bahwa penggeledahan polisi yang menghebohkan itu akan menjerat seorang atau lebih sebagai tersangka kasus yang sedang diselidiki dan disidik.
"Kuat dugaan penggeledahan kali ini tidak akan ditemukan tersangkanya, karena Polri kemungkinan takut mengungkap kasus secara gamblang karena menyangkut nama orang penting. Kemungkinan Darm**** Pra**** akan aman. Bekinganya kuat," kata @IndepenSumatera.
Nama yang disebut tersebut merupakan seorang politisi yang menduduki jabatan penting di PT PLN, dan sebagaimana diketahui, polisi sedang mengusut kasus dugaan korupsi batubara di PLN yang memicu blackout di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Pulau Jawa dan Sumatera, dan ditengarai merugikan negara hingga Rp5 triliun.
Ada dua kasus lain yang sedang ditangani polisi, yang membuat mereka menggeledah 12 lokasi kemarin, yaitu:
1. Dugaan tindak pidana korupsi dan atau TPPU dalam proses penanganan hukum oleh oknum pegawai negeri atau oknum penyelenggara negara dalam perkara PT ASABRI (Persero) dan atau Asuransi Jiwasraya yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada kurun waktu tahun 2020 sampai dengan tahun 2025.
2. Terkait dugaan korupsi dan TPPU dalam penyelesaian utang atau kewajiban PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan Krakatau Steel oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada kurun waktu 2020 sampai dengan 2025.
"SEPERTINYA KEJAGUNG SEDANG DI PRETELIN AKIBAT KASUS KEMAREN," imbuh @IndepenSumatera.
Tidak dijelaskan kasus yang mana yang dimaksud, akan tetapi atas pertanyaan seorang netizen, admin akun itu mengatakan bahwa yang terakhir vonis adakah kasus pengadaan laptop Chromebook dengan terdakwa mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.
"Kasus terakhir yang sudah vonis kasus nadiem, dan bisa tebak sendiri arahnya kemana wak benang merahnya," kata dia.
Berikut artikel PERANG DINGIN POLRI VS KEJAGUNG yang diposting @IndepenSumatera:
Baca sampai habis supaya paham wak.
Melihat kasus rumah Jampidsus Febrie Ardiansyah yang digeledah Polri, lalu tiba-tiba dijaga ketat TNI, ini bukan drama biasa wak. Semakin dalam dicari, semakin jelas, ada perang dingin antar institusi di baliknya.
Tapi satu hal yang nggak bisa dipungkiri wak, Febrie ini jaksa pemberani, serius wak. Kalo melihat rekam jejaknya ngeri. Dia berani bongkar kasus-kasus raksasa yang bikin orang biasa mundur, bahkan Polri dan KPK pun tak berani sentuh. Berikut deretan kasus besar yang pernah ditanganinya wak.
1. JIWASRAYA
Investasi fiktif yang menggerogoti Asuransi Jiwasraya. Kerugian negara Rp16,8 triliun. Beberapa terdakwa sudah divonis penjara puluhan tahun plus bayar uang pengganti. Kasus intinya masih bergulir
2. ASABRI
Korupsi dana pensiun prajurit. Kerugian Rp22,8 triliun. Terdakwa kunci sudah dihukum berat + restitusi.
3. BTS 4G KOMINFO
Mega korupsi proyek menara. Kerugian Rp8,03 triliun. Mantan Menkominfo Johnny G Plate divonis 10+ tahun penjara. Beberapa tersangka lain ikut vonis. Menpora Dito Ariotedjo sempat diperiksa sebagai saksi.
4. TATA NIAGA TIMAH PT TIMAH
Dugaan korupsi izin tambang & perdagangan timah. Kerugian gila: Rp300 triliun. Masih penyidikan & sidang. Beberapa tersangka sudah meringkuk, vonis belum final semua.
5. KORUPSI MINYAK PERTAMINA
Dugaan mafia minyak. Kerugian Rp193–285 triliun. Masih digeber habis-habisan.
6. SUAP RONALD TANNUR ZAROF RICAR
Suap vonis bebas hakim. Sudah vonis penjara + denda. Febrie ikut OTT-nya.
7. KASUS LAIN
Garuda Indonesia, Sritex, Chromebook Kemendikbud, impor gula/baja, batu bara Kaltim, dan puluhan perkara besar lainnya. Total kerugian negara ratusan triliun rupiah. Sebagian sudah vonis (penjara + pengembalian aset), sebagian masih berjalan.
Pemberani atau kontroversial? Yang jelas wak, orang ini berani sentuh kasus yang Polri bahkan KPK gak berani sentuh. Sekarang rumahnya digeledah & dijaga TNI… pertanyaannya wak, siapa yang sebenarnya takut?
Menurut awak di posisi ini JAMPIDSUS LAGI DIKERJAIN SEPERTINYA. Sama halnya waktu dulu Beliau dikuntit Densus 88 tahun 2024.
Akun ini dalam artikel berjudul BEGINI CARA KEJAGUNG MELAKUKAN SERANGAN BALIK. YOK BISA YOK", menyebut bahwa lokasi-lokasi yang digeledah polisi ada kaitannya dengan Jampidsus, dan bukan sekedar operasi biasa.
Ini selengkapnya:
"Penggeledahan yang dilakukan Polri tadi malam terhadap lokasi yang dikaitkan dengan Jampidsus bukan sekadar operasi biasa wak. Ini sudah jadi pukulan telak bagi Kejagung wak. Sekarang menarik ditunggu wak, apakah Kejagung akan membalas atau cuma diam sambil menelan malu atau akan nangis dipojokan seperti tangisan bang dodo yg gagal di pildun?
Jampidsus di tubuh Kejagung itu setara dengan Kabareskrim di tubuh Polri. Keduanya adalah ujung tombak penanganan kasus besar. Jadi, kalau mau imbang, Jampidsus harus berani membuka kasus nyata yang melibatkan Kabareskrim. Bukan cuma itu. Bisa juga Irwasum. Bisa Kabaharkam. Bahkan bisa menyentuh orang nomor satu Polri saat ini atau mantan orang nomor satu yang sekarang duduk sebagai menteri.
Kejagung boleh saja melakukan hal yang sama. Asal benar-benar ada kasusnya, bukan kasus yang diada-adakan. Karena kalau diam saja, narasinya akan sangat buruk selama ini Kejagung yang selalu dipuji bersih dan tegas ternyata menyimpan kebusukan di dalam. Dan Polri yang berani membongkarnya. Kalau begitu, Polri bukan lagi lawan melainkan bisa dianggap sebagai pahlawan yang membersihkan rumah sendiri dan rumah tetangga. Apa gak malu tuh kejagung 😁🥺
Coba saja Kejagung cek tipis-tipis. Siapa tahu ada jejaknya. Sekaligus bisa menghapus rasa malu karena institusi kalian ditelanjangi di depan publik tadi malam. Masa iya kalian cuma diam ketika muka kalian dihajar seperti itu bro?
Saatnya saling buka kartu. Bukan lagi saling tutup-tutupan seperti biasa
Awak sebagai rakyat cuma penonton. Duduk santai, makan popcorn, dan menyaksikan sampai seberapa jauh permainan ini akan berlanjut iya kan wak. Semakin sengit, semakin banyak yang terbongkar. Dan semakin banyak yang terbongkar, semakin sedikit tempat bagi kalian untuk terus bermain sandiwara di depan kami".
Seperti diberitakan sebelumnya, berikut 11 dari 12 lokasi yang kemarin digeledah polisi:
1. Kafe/Restoran De Clan, Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan;
2. Money changer Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan;
3. PT CBS di Cengkareng Timur, Jakarta Barat;
4. Kantor Pusat PT CBS di Penjaringan, Jakarta Utara;
5. Kantor PT KNI di Petojo Selatan, Jakarta Pusat;
6. Rumah milik seseorang berinisial TK di Mega Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan;
7. Rumah seseorang berinisial MILDK di Pacific Place Residence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan;
8. Kantor PT PML di Gandaria Selatan, Depok;
9. Rumah milik seseorang berinisial DR di Gandaria Selatan, Depok;
10. Rumah milik seseorang berinisial MK di Serpong Utara, Tangerang, Banten;
11. Sebuah rumah di Cluster Mediterania, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Jika cuitan @IndepenSumatera benar, maka lokasi ke-12 yang digeledah adalah rumah Jampidsus. (man)







