Jakarta, Harian Umum- Dua akun anonim, @do_ra_dong dan @DetektifPain, mencuitkan informasi yang mengejutkan, sekaligus mengerikan, tentang aksi terorisme.
"Seiring inforrmasi yang dapat kami sampaikan sore ini, Untuk mewaspadai akan adanya aksi teroriame dalam waktu dekat ini. Umpan motif, rencana besarnya serta sponsornya sudah bocor. ABB akan menjadi trigger dan pihak kangguru sudah siap dukung POTRI jadi dua periode. Kepahlawanan by design,'' kata akun @do_ra_dong, Rabu (23/1/2019).
Hingga Kamis (24/1/2019), twit ini telah di retweet 807 warganet, disukai 1.370 warganet, dan dikomentari 107 warganet.
Sebagian besar warganet yang berkomentar umumnya.mempercayai cuitan itu dan memberikan kritikan pedas, teemasuk untuk Australia
"Sungguh buadab kalau mereka sampai memfitnah ABB lagi. Ya Allah, lindungilah ulama2 kami dari fitnah dajal! Jangan biarkan mereka memfitnah ulama dan Islam. Hancurkanlah pengikut2 dajal ya Allah. Engkaulah yang berkuasa atas segala sesuatu," kata akun @sari00925317.
"Semoga Allah hancurkan cara2 busuk mereka," kecam akun @mascacuk78.
"Semoga segera dicabut nyawanya orang2 yang mau bikin kerusakan sebelum melakukan rencananya," sahut akun @caheeo.
Tak lama kemudian akun @DetektifPain menanggapi cuitan @do_ra_dong dengan informasi yang lebih detil.
"Di Solo. Valid. Solo akan dibuat ruauh skala besar agar merembet. Dan aksi terorisme ini akan menjadi trigger, akan kami bahas malam ini. Staytune follower kami," katanya.
Namun hingga oagi ini pembahasan yang dimaksud belum terlihat di wall akun @DetektifPain.
Pihak terkait, termasuk Badan Naaional Penanggulangan Terorisme (BNPT), belum dapat dimintai komentar, namun sebelumnya, pada 16 Januari 2019 tempo.co melansir sebuah berita berjudul "Ancaman Terorisme, Panglima TNI Minta Prajurit Siap Perang Kota".
Dalam berita itu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku telah memerintahkan prajuritnya mempersiapkan diri menghadapi perang kota.
Menurut dia, perang kota ini untuk menghadapi ancaman terorisme yang merupakan salah satu ancaman untuk negara ini, dan berpotensi terjadi di mana saja, terutama di perkotaan. Medannya yang berbeda dari lokasi tempur tentara pada umumnya, membutuhkan perhatian khusus.
"Kalau kita perang di hutan, musuhnya jelas. Ketika kita melaksanakan perang kota, yang dihadapi ada masyarakat, ada terorisme itu sendiri," kata Hadi di Kementerian Pertahanan, Jakarta.
Untuk itu, dia meminta prajurit TNI bersiap. Tentara harus mengembangkan kemampuan perang kota yang saat ini sudah dimiliki. Ia bahkan ingin konsep dan praktek perang kota dikembangkan lagi.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara itu berpesan agar perlengkapan perang kota disiapkan, dan mengaku bahwa TNU sudah harus memulai menggunakan teknologi nano.
Tak hanya itu. Ia juga ingin Indonesia mengembangkan senjata "tak mematikan" (non lethal weapons) seperti senjata dengan menggunakan frekuensi suara tinggi, termal, infrared, dan koordinat.
Berita ini sempat dikomentari Letjen (Purn) TNI Johannes Suryo Prabowo melalui akun Twitter pribadinya @marierteman.
"Operasi pengejaran terorias OPM yang 2 bulan lalu membunuh puluhan karyawan sipil di Papua dan MIT di Sulawesi kan bertempurnya tidak di kota pak @TjahjoHadi," kata mantan Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (1 April 2011-30 Juni 2012) dan Wakil Gubernur Timor Timur pada 1998 itu. (rhm)







