JAKARTA, HARIAN UMUM - Bamus (Badan Musyawarah) Betawi menggelar Raker (Rapat Kerja) I di Hotel Puri Mega Jakarta, Sabtu (7/12/2019).
Sebelum Raker dimulai ada pembekalan dari para narasumber yaitu hadir mewakili Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, Gubernur DKI diwakili oleh Kesbangpol dan Dinas Koperasi dan UMKM, selain itu juga ada perwakilan Ulama dari Palestina Syeh Muh. Naseh dan KH. Munahar ketua MUI DKI.
Dalam sambutannya, Ketua Harian Bamus Betawi H. Anwar Albatawi mengatakan, untuk tahun 2020, pihaknya mengusulkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar festival budaya Betawi sepanjang tahun 2020. Hal ini dianggap penting untuk menjalankan Peraturan Daerah (Perda) No 4 tahun 2015 tentang pelestarian budaya Betawi.
"Kita akan adakan festival budaya Betawi sepanjang tahun yang akan dilakukan di 44 kecamatan. Kita juga akan membentuk laskar adat Betawi. Nantinya, laskar adat Betawi akan ada di 267 kelurahan," imbuhnya.
Dalam Raker 1 Bamus Betawi akan membentuk laskar adat Betawi sama dengan pecalang yang ada di Bali. Laskar ini akan ditugaskan untuk mengawal Perda 4 tahun 2015. Salah satunya akan mengatur penerapan budaya dan ornamen Betawi di hotel dan perkantoran.
"Banyak yang harus dikawal, misalnya hotel yang menampilkan budaya dan ornamen Betawi sesuai Perda. Dan juga kita akan menertibkan tampilan budaya yang tidak sesuai. Bamus Betawi akan banyak sekali program yg memang dikhususkan untuk meningkatkan kaum betawi," terangnya.
Dia menambahkan, ke depan Bamus Betawi harus bisa bersinergi dengan pemerintah dan ikut aktif dalam program pembangunan.
Di tempat yang sama ketua pelaksana Raker I Bamus Betawi, H. Amirullah menuturkan, acara Raker 1 kali ini mengangkat tema "Dengan Budaye Kite Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Indonesia".
"Raker ini menjadi acara untuk bersilaturahmi antara pengurus dan pimpinan ormas. Melalui acara tersebut, diharapkannya bisa kembali konsolidasi dan merumuskan program untuk kemaslahatan kaum Betawi. Maka melalui momentum ini kami ingin mengajak warga Jakarta agar dapat kembali bersatu dan berjabat tangan," ujar Aming sapaan akrab Amirullah.
Aming mengungkapkan, Raker ini tidak menggunakan dana hibah dari Pemda tetapi dibiayai oleh para anggota dan pengurus Bamus Betawi pimpinan H. Zainudin (Oding) dan Ketua Majelis Adat Edy M Nalapraya.
Dia berharap Bamus Betawi bisa Mandiri dalam menjalankan program kerja meski tidak mengandalkan Dana Hibah dari Pemda. "Jadi walaupun tidak ada dana hibah Pemda kita masi tetap berjalan dengan program-program yang langsung dirasakan oleh masyarakat," tandasnya. (Zat)







