Jakarta, Harian Umum - Ketua DPR RI yang menjadi terdakwa kasus e-ktp, Setya Novanto disebut sudah menyatakan mengundurkan diri sebagai Ketua DPR. Pengunduran diri Novanto disampaikannya melalui surat yang ditujukan kepada Fraksi Golkar. Novanto merekomendasikan Fraksi Partai Golkar Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR menggantikan dirinya.
Ketua Koordinator Bidang Kesejahteraan Masyarakat DPP Partai Golkar Roem Kono membenarkan soal surat pengunduran diri itu.
"Memang sudah ada pemberitahuan secara tidak resmi bahwa memang betul bahwa ada surat putusan dari Ketua Umum Setya Novanto menunjuk saudara Aziz," ujar Roem seusai acara diskusi di Senayan, Jakarta, Sabtu (9/12/2017).
Roem mengaku belum melihat surat resmi penunjukan Aziz Syamsuddin tersebut dan belum mengetahui pasti apa benar Novanto mundur dari posisi Ketua DPR. Maka, dia menanyakan hal tersebut ke koleganya di partai untuk memastikannya. Beberapa kader membenarkan bahwa benar Novanto menunjuk Aziz sebagai Ketua DPR.
Namun, apabila benar surat tersebut ada, maka Roem mengatakan harus ada pembicaraan serius di internal partai. Sebab itu, terkait hal ini akan dibicarakan saat DPP Partai Golkar menggelar rapat pleno pada Senin (11/12).
"Jadi kita harus bertanya kepada mereka karena memang kalau dilihat dari aturan-aturan sih itu menjadi suatu diskresi atau kebijakan ketua umum untuk mengangkat jabatan-jabatan strategis itu," ujar Roem yang menyebut sedang menunggu konfirmasi dari Plt Ketum Golkar Idrus Marham ini terkait posisi Ketua DPR.
Menurut Roem, kemungkinan DPP Partai Golkar akan membicarakan soal surat Novanto ini dalam rapat pleno partai pekan depan yang akan membahas agenda Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).(tqn)







