Jakarta, Harian Umum - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjamin rupiah segera menguat terhadap dolar AS.
Jaminan itu disampaikan setelah dia bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dipanggil Presiden Jokowi ke Istana, Kamis (20/6/202), akibat kurs rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS dan bahkan telah menembus Rp16.400 per dolar Paman Sam.
"Rupiah secara fundamental itu trennya, jangan ditanya hari per hari loh, ini trennya akan menguat. Inflasi kita rendah, growth bagus, kreditnya bagus," katanya dalam jumpa pers usai pertemuan tersebut.
Dia menjelaskan, inflasi saat ini melandai di angka 2,8 persen,sementara pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, yakni di angka 5,1 persen.
Di sisi lain, kredit meningkat ke angka 12 persen, dan imbal hasil investasi Indonesia juga baik.
Menurut dia, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini diakibatkan beberapa faktor, salah satunya suku bunga obligasi pemerintah Amerika Serikat yang naik menjadi 6 persen.
"Fundamentalnya ke depan rupiah akan menguat, cuma gerakan bulan ke bulan tergantung sentimen-sentimen ini, tetapi trennya rupiah itu akan menguat," tegasnya.
Data Bloomberg menunjukkan, rupiah terkoreksi 65 poin atau 0,40 persen pada penutupan perdagangan Jumat (20/6/2024) ini dan jatuh ke level Rp16.430/dolar AS.
Sementara Investing melaporkan, rupiah terkoreksi hingga 91,5 poin atau 0,56 persen ke level Rp16.485/dolar AS.
Selama sesi perdagangan sejak pukul 08;00 hingga pukul 15:00 WIB, rupiah sempat melampaui level Rp16.500/dolar AS karena menyentuh level Rp16.506,6/dolar AS.
Sepanjang Jumat ini, rupiah bergerak di rentang Rp16.365 - Rp16.506,6/dolar AS.
Dalam setahun, rupiah telah terkoreksi hingga 9,35 persen.
Sebelumnya, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengatakan, rupiah terus melemah akibat fundamental ekonomi Indonesia yang buruk.
'Fundamental ekonomi buruk, neraca transaksi berjalan defisit,. Ketika investor fortopolio menarik investasinya, maka rupiah anjlok," kata dia pada 18 April 2024. (rhm)


