Lampung Barat, Harian Umum - Para pedagang Kaki Lima (PKL) di tugu Liwa menyampaikan keluhannya atas rencana pemkab Lambar yang akan memindahkan pusat kuliner malam dari sekitar tugu hara Liwa ke lokasi baru,mengingat lokasi yang baru saat ini jauh dari jalan raya, mereka beralasan bahwa tempat nya nanti tidaklah strategis beresiko mengakibatkan turun nya pendapatan mereka.
salah satu penjual nasi goreng yang biasa di panggil teh Yuni, berharap dirinya dan pedagang lainnya tidak di pindahkan.
saya berjualan disini dari tahun 1994 pas abis gempa dulu itu mas sampe sekarang, kalau bisa kami ini jangan di pindahin lah mas, karena di sini aja pendapatan masih gak tentu apa lagi di tempat yang belakang begitu, ungkap yuni saat kami temui di lapak jualan nya.
dirinya menyampaikan bahwa ia dan rekan-rekan nya siap jika harus ada peraturan baru seperti membayar perbulan, tetapi jangan sampai di pindahkan.
mungkin saya juga gak bertahan lama mas di situ kalo pendapatan nya gak sesuai, mending saya nyewa ruko aja di dekat sini, karena kalo di sana tempat nya terbelakang, kata dia.
begitupun hal yang sama di sampaikan salah satu penjual sate madura yakni Cak Mat ikut berkomentar senada dengan teh Yuni, kami berjualan disini sudah30 tahun di depan tugu Liwa ini.
kalau kami mau di pindah ini sebenernya ya berat lah, kalau berdagang di situ siapa yang mau beli di sana, sedangkan ini jalan lintas jadi orang dari Bengkulu dari bandar Lampung kalau kemalaman bisa mampir, ucap cak Mat.
padahal kan tempat kami jualan ini jantung kota nya biar keliatan rame, kalau kami gak ada nanti pasti sepi kaya kuburan, tambahnya.
untuk saat ini dirinya hanya dapat berpasrah terhadap apa yang akan terjadi karena dirinya menyebut bahwa ia hanya menumpang di tempat tersebut.
ya kita namanya numpang mau gimana lagi, kalo kata pemda pindah ya kami pindah,walau dengan berat hati.
namun kami berharap kepada pemerintah agar kalau bisa jangan di pindahkan dan kalaupun harus adanya aturan baru tentang retribusi lapak saya dan yang lain tidak keberatan.
tempat jualan saya di sini adalah sumber kehidupan keluarga kami,disinilah kami cari nafkah,disini aja yang terbuka aja pendapatan masih gak nentu apalagi di tempat yang tertutup, pungkasnya.
( Yaldo/Yes24 )







