TUNDUK kepada oligarki dan menjauh dari kedaulatan rakyat adalah perilaku londo ireng kontemporer.
------------------------
Oleh: M Rizal Fadillah
Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Bukan Prabowo jika dalam pidatonya tidak terselip diksi kontroversi. Mungkin ini gambaran sepuh yang sudah sulit untuk berfikir ajeg, rasional, dan bermanfaat. Mewanti-wanti, bahkan menuduh jurnalis sebagai londo ireng, nampaknya terlalu mengada-ada.
Londo ireng itu pengkhianat negara, antek asing, kolaborator negara lain. Dulu Belanda kini bisa Amerika, Perancis, Cina atau lainnya.
Tunduk kepada oligarki dan menjauh dari kedaulatan rakyat adalah perilaku londo ireng kontemporer. Rakyat diperas lewat bermacam-macam pajak, sementara oligarki dimanjakan dan diberi kesempatan untuk mengeruk kekayaan negara sebesar-besarnya. Pembangunan dan pengembangan adalah filosofinya. Kesejahtaraan menetes paradigmanya.
Kepalsuan hasilnya.
Tuduhan jurnalis kritis sebagai londo pengabdi asing sangat melecehkan dan justru memperburuk wajah sendiri. Prabowo sedang menunjuk sang guru Jokowi dan dirinya. Duo londo penggadai negara. Jokowi kepada Cina dan Prabowo untuk Amerika. Proyek Rempang, PIK2, IKN, BOR Jokowi adalah contoh penggadaian ke Cina, sedangkan BOP, ATR, dan MDCP itu menjadi jualan Prabowo ke Amerika.
Soal asal usul menjadi pertanyaan serius atas keduanya. Meski dibantah berulang-ulang tetap saja ada yang meyakini ibu Jokowi adalah Yip Mey Hwa, agen Komunis Tiongkok. Jurnalis Bambang Tri harus menjalani penjara atas keyakinan dan bukunya; Jokowi Undercover. Sebagai Presiden, Jokowi jelas mampu menggunakan jaringannya untuk menepis tuduhan terkait Cina dan PKI. Semua tahu bahwa PKI itu adalah cino ireng, pengkhianat bangsa.
Prabowo atas terma londo ireng disasar asal usul keturunannya dari jalur ibu Dora Marie Sigar. Buyutnya Benjamin Thomas Sigar adalah pimpinan pasukan Hulptroeper yang membantu Belanda menipu dan menangkap Pangeran Diponegoro. Kakek Prabowo Philip Frederik Laurens Sigar menjadi pejabat kolaborator Belanda di Manado. Prabowo memang turunan dan potensial menjadi londo ireng.
Pidato dalam acara Harlah PKB 23 Juli 2026 itu menuai kecaman sekaligus dinilai bahwa pemerintahan Prabowo itu sesungguhnya anti kritik. Mengintimidasi media dengan tuduhan menjalankan kepentingan dan dibiayai asing. Boomerang pada diri yang punya catatan pengkhianatan baik kepada keluarga Cendana, pada TNI hingga dipecat, kepada umat atas ijtima ulama, serta kepada rakyat pendukung saat Prabowo menerima dan bahagia untuk menjadi Menteri Jokowi.
Prabowo Presiden omon-omom yang jika pidato berapi-api namun melempem di tataran aksi. Plintat-plintut dan tidak tegas dalam bertindak. Sulit mendengar nasehat tapi lucunya mudah menjilat. Maklum mungkin basis pergaulan aristokrat. Rakyat dipaksa harus mengerti bahwa semua kebijakan adalah strategi padahal hal itu melawan aspirasi. Rezimnya ternyata kaya akan kriminilasai lewat tangan polisi.
Jangan sakiti rakyat, teriaknya. Rakyat sendiri sedang berteriak tersakiti. Waspadai londo ireng, itu berbahaya, tapi nyatanya londo ireng itu tidak di Antartika atau di media tetapi pada dirinya.
Sudahlah, Pak, Bapak kan sudah menjadi Presiden seperti ambisinya. Ketika nyatanya tidak lagi mampu untuk menjalankan amanah, ya mundur saja.
Tidak perlu menunggu lama rakyat yang terpaksa harus memundurkan.
Bandung, 30 Juli 2026







