Jakarta, Harian Umum - Relawan Anies Baswedan menjawab tantangan Deputi Balitbang Partai Demokrat Syahrial Nasution agar Anies masuk Parpol, sehingga Anies lebih tahu perjuangan politik dan tidak merasa namanya lebih besar dari Parpol.
Tantangan itu disampaikan Syahrial itu melalui akun X-nya yang dibagikan kepada wartawan, Minggu (30/6/2024).
"Kami menghargai masukan saudara Syarial Nasution untuk meminta Pak Anies menjadi anggota Parpol dan kami ucapkan terima kasih," kata Jubir Relawan Anies Baswedan, Iwan Tarigan, melalui siaran tertulis yang juga dibagikan kepada harianumum.com.
Namun, Iwan menjelaskan bahwa masukan seperti itu bukan kali ini saja disampaikan oleh tokoh politik kepada Anies, karena PKS pun baru baru ini meminta kepada Anies untuk menjadi kader lnya, dan Anies sangat serta menghargai permintaan itu karena dinilai sebagai sebuah kehormatan.
Namun, tegas Iwan, perlu dipahami banyak pihak bahwa sejak Anies terjun ke dunia politik, dia sudah dimiliki oleh banyak Parpol.
"Sejarah menunjukkan, Beliau selalu diminta Parpol untuk memimpin, baik itu ketika masih menjadi Menteri Pendidikan yang didorong oleh PDIP, maupun ketika memenangkan Pilkada Jakarta 2017 di mana kala itu Bapak Anies diusung PKS dan Gerindra, serta didukung PAN," jelasnya.
Mantan Jubir Anies-Muhaimin di Pilpres 2024 ini menambahkan ketika Anies maju di Pilpres 2024, Anies kembali diusung PKS yang bergandengan tangan dengan PKB dan Nasdem
"Untuk Pilkada Jakarta 2024, Pak Anies diminta kembali oleh warga Jakarta untuk maju kembali sebagai calon gubernur karena prestasi Beliau memajukan Jakarta dan kebijakan-kebijakannya yang berpihak kepada warga Jakarta, dan manfaatnya dirasakan langsung oleh mereka," imbuh Iwan.
Ia menyebut kebijakan-kebijakan dimaksud, antara lain:
1. Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), bantuan pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu untuk menyelesaikan program D3, D4, dan S1.
"KJMU mengakomodir 110 PTN di Indonesia dan 14 PTS di DKI Jakarta. Penerima manfaatnya sudah mencapai 16.708 orang dengan nilai manfaat mencapai Rp1,5 juta - Rp9 juta per semester," jelas Iwan.
2. Kartu Anak Jakarta (KAJ), bantuan untuk anak dari keluarga prasejahtera usia 0-6 tahun. KAJ membantu memenuhi kebutuhan dasar anak. Penerima manfaatnya mencapai 10.533 anak dengan nilai manfaat sebesar Rp300.000 per bulan
3. Bantuan Biaya Pendidikan Masuk Sekolah (BMPS) Swasta. Program ini meringankan biaya masuk sekolah swasta bagi siswa baru dalam PPDB. Penerima manfaatnya merupakan anak dari keluarga terdaftar DTKS/Pemegang KJP Plus/ Anak Pengemudi Jaklingko/ Anak Pemegang KPJ dan KPD yang mencapai 84.064 siswa. Besar bantuan: Rp1 juta (SD/MI); Rp1,5 juta (SMP/Mts); dan Rp2,5 juta (SMA/SMK/MA).
4. Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, bantuan pendidikan wajib 12 tahun bagi anak usia 6-21 tahun dan dapat digunakan untuk pendidikan non-formal. Penerima manfaatnya mencapai lebih dari 800.000 orang per tahun dengan nilai manfaat sebesar Rp250.000 - Rp450.000 per bulan.
5. Kartu Pekerja Jakarta (KPJ) yang diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja atau buruh Penerima manfaat program ini mencapai 44.926 orang dengan nilai manfaat yang dikonversikan ke dalam rupiah mencapai: Rp600.000 - Rp800.000 per bulan.
6. Program Pangan Bersubsidi, bantuan berupa Sembako (beras, daging, ikan, ayam, susu) murah di seluruh gerai Pasar Jaya dan Jakmart untuk pemegang KJP, KPDJ, KLJ, Buruh dengan UMR, PJLP, dan Penghuni Rusun.
7. Kartu Lansia Jakarta (KLJ) yang embantu warga lanjut usia (>60 tahun) yang kurang mampu memenuhi kebutuhan dasar atau terdaftar BDT dalam usaha pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Penerima manfaat program ini mencapai 104.448 hingga tahun 2022. Nilai manfaat: Rp600.000 per bulan.
8. Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ). Program ini mencegah kerentanan sosial dan mendukung kebutuhan dasar serta kesejahteraan penyandang disabilitas. Penerima manfaat mencapai 14.230 orang. Nilai manfaat: Rp300.000 per bulan.
9. Biaya Operasional Tempat Ibadah (BOTI) & Dana Insentif Bantuan oprasional yang diberikan kepada tempat ibadah semua agama di Jakarta. Telah diberikan kepada 6.623 tempat ibadah (rincian: 5.200 masjid dan mushola; 1.379 gereja; 20 vihara; 15 kul, pura, dan mandil) total sebesar Rp439 miliar. Sedangkan dana insentif diberikan pada 37.000 penggiat agama secara rutin sebesar Rp500.000 per bulan.
Untuk diketahui, melalui akun X-nya, @syahrial_nst, Syahrial Nasution mengatakan begini
"Pak Anies @aniesbaswedan seru juga kalau masuk parpol. Spy ikut merasakan perjuangan politik lebih fundamental. Mewarnai partai dgn popularitasnya sehingga tdk merasa besar sendiri. Salut utk Kang Emil @ridwankamil berani tampil sbg kader partai tanpa merontokkan nama besarnya".
Sejak cuitan itu di-posting pada Sabtu (29/6/2024), hingga Minggu (30/6/2024) pukul 21:37 WIB, cuitan itu hanya disukai 44 netizen, di-retweet 16 orang dan dikomentari 48 orang. Namin, cuitan itu telah dibaca hingga 6.700 kali.
Di antara yang berkomentar, ada netizen yang menjawab dengan pedas.
"Tidak perlu menjadi anggota partai untuk sekedar mendapatkan dukungan. Tanpa partai pun bisa menunjukkan kualitasnya. Harusnya anda sebagai orang partai bisa berkaca sendiri dengan orang-orang yg mendadak partai agar dapat jatah," kata @Webdiver13. (rhm)







