Jakarta, Harian Umum - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, mengatakan tunggakan di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bisa diselesaikan. Pemprov sudah memberikan sosialisasi dan peringatan agar penyewa menyelesaikan tunggakan dengan baik.
Ada permainan sehingga banyak warga penghuni rumah susun yang menunggak. Salah satunya modus belas kasihan. Padahal, biaya rumah susun terbilang lebih murah dibandingkan dengan tarif di tempat lain.
"Sebenarnya kami sudah sosialisasi, dan dicari orangnya. Itu semua sudah ada. Tapi itu hanya solusi reguler," ujar Sumarsono, di Balai Kota, Senin, 20 Maret 2017. "Logikanya, kalau mereka bisa sewa (di tempat lain), seharusnya di sini (rusun) mereka seharusnya juga bisa bayar," ujar Soni.
Soni Menjelaskan Ada yang menyatakan kehilangan lapangan pekerjaan setelah direlokasi ke rumah susun. Mereka beralasan penghasilan di tempat tinggal baru lebih sulit ketimbang di rumah mereka yang lama. Selain itu, menurut Soni, kerap ditemukan modus ketidakdisiplinan dengan mengabaikan semua peringatan.
"Memang menghadapi masyarakat berpenghasilan rendah tidak mudah. Ke depannya, untuk rusun, harus diseleksi betul dengan berbagai instrumen untuk berbagai hal khusus," ujar Soni.
Rumah susun di Jakarta ada 197 menunggak membayar sewa hingga 2013. Adapun total tunggakan sejak sebelum 2013 mencapai Rp 1.377.867.230 atau Rp 1,377 miliar. Sebagian penghuni rusun yang menunggak berada di wilayah Jakarta Utara.







