Jakarta, Harian Umum - Pemuda Cinta KPK (PECI KPK) menggelar aksi demo di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Jum'at (10/5/2019). Demo dilakukan guna menuntut Presiden Joko Widodo untuk menyelamatkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dari oknum yang telah merusak dan memanfaatkan lembaga anti rasuah tersebut.
Kordonator PECI Guntara mengatakan, pemberantasan korupsi adalah penegakan hukum untuk mewujudkan keadilan. "Bukan pesanan atau kepentingan tertentu. Karena itu semua pihak yang terlibat harus memahami peran dan fungsinya bukan alat yanag bisa dimainkan atau permainan," katanya.
Guntara melanjutkan lewat lembaga KPK, berbagai upaya pemberantasan korupsi dilakukan. Berbagai penindakan terhadap pejabat dan banyak politisi menunjukan keberanian dan independebsi KPK. "Tapi sayangnya hari ini, publik dikejutkan dengan langkah penyidik senior KPK Novel Baswedan yang mempolitisasu lembaga tersebut untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya," ucap Guntara.
Padahal sebagai negara hukum, Guntara menambahkan, keadilan harus ditegakan sekalipun terhadap penyidik senior Novel Baswedan. "Publik sudah tahu soal kasus Bengkulu yang melibatkan Novel tapi sampai sekarang BAP Novel belum dilimpahkan ke PN Bengkulu oleh Jaksa Agung. "Kami menduga Jaksa Agung main mata pada kasus ini," tegasnya.
Karena itu, Guntara menyebutkan tuntutan PECI KPK sebagai berikut :
1. Presiden Jokowi jangan biarkan KPK dipolitisasi
2. Selamatkan KPK dari kepentingan busuk Novel Baswedan
3. Jaksa Agung jangan istimewakan Novel Baswedan
4. Pak presiden harapan terakhir akan tegaknya hukum yang adill
5. Segera copot Jaksa Agung karena bekingi Novel Baswedan. (Zat)







