Jakarta, Harian Umum - Ratusan orang dari Korps Mahasiswa dan Pemuda NKRI atau (KOMPAN) menggelar aksi demontrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Aksi tersebut digelar guna mendesak KPK menindak tegas, Novel Baswedan yang dinilai menjadi bagian dari parpol tertentu.
"KPK harus memberi tindakan tegas kepadanya Novel Baswedan nyata-nyata menjadi bagian dari parpol tertentu," kata Koordinator aksi Kompan, Agung Yulianto dalam orasinya. Jakarta, Senin (8/4/2019).
Lebih lanjut Agung mengatakan KPK adalah lembaga pemberantasan korupsi yang dipercayai masyarakat. pemberantasan korupsi adalah penegakkan hukum untuk mewujudkan keadilan. Bukan pesanan atau untuk kepentingan tertentu. Sebab itu semua penegak hukum pun harus memahami peran dan fungsinya bukan alat permainan yang dapat dimainkan siapa pun.
"KPK harusnya independen dan jernih dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum," ujar Agung.
Agung menilai ada dugaan permainan intervensi pemberantasan korupsi, justru muncul dari pemain dalam. Para penyidik yang menjadi pemeran utama dalam pengungkapan kasus secara jernih, telah berubah keruh karena penyidik yang baper.
"KPK harus segera melakukan penyidikan internal terkait segala indikasi adanya campur aduk hukum dan politik oleh penyidik KPK yang telah menjadi politikus parpol," tegas Agung.
Sebagai informasi penyidik senior Novel Baswedan memiliki kedekatan dengan para politisi dari Partai Gerindra. Hal ini juga diakui Novel. Bahkan dilegitimasi para petinggi parpol tersebut. (tqn)







