Jakarta, Harian Umum - Direktur Gerakan Perubahan yang juga Koordinator Indonesia Bersatu, Muslim Arbi, mengatakan hanya ada dua opsi untuk menyelamatkan demokrasi dan konsitusi di Indonesia saat ini.
"Kedua opsi itu adalah Joko Widodo mundur secara terhormat atau jangan ganggu Pilpres," katanya melalui siaran tertulis, Minggu (4/2/2024).
Menurut dia, jika opesi yang pertama ditolak, dan Jokowi (sapaan Joko Widodo) tetap bertahan sebagai presiden, maka Mantan Walikota Solo itu harus melakukan hal-hal sebagai berikut;
1. Membatalkan pernyataannya untuk cawe-cawe yang artinya turut campur tangan langsung dalam urusan Pilpres 2024.
2. Menyatakan netral dan memberikan Instruksi kepada TNI-Polri, ASN, Para menteri dan kepala daerah agar juga netral.
3. Menyampaikan secara utuh aturan dalam UU No 7 Tahun 2007 tentang Pemilu yang sempat dikorupsi beberapa waktu lalu.
4. Setop mempolitisasi Bansos untuk kampanye terselebung demi mendukung pasangan calon (Paslon) tertentu.
5. Setop melakukan Politik Dinasti dan nepotisme, serta menjunjung tinggi hukum dan UU di mana pencapresan Gibran yang masih berusia di bawah 40 tahun adalah pelanggaran UU.
6. Memerintahkan KPU, Bawaslu dan DKPP agar bekerja secara profesional dan menjalankan aturan serta UU yang mengikat tentang Pilpres dan Pemilu.
7. Memerintahkan insitusi hukum untuk tidak bertindak dan mengkriminalkan para pejabat yang dicurigai tidak tunduk pada politik dan kepentingan Istana.
8. Mengimbau dan menegaskan kepada insitusi pemerintahan manapun untuk tidak lakukan tekanan dan
mengintimidasi tokoh atau akademisi yang punya pilihan politik tertentu.
Menurut Muslim, gelombang suara para sivitas akademika dari berbagai kampus di Tanah Air belakang ini yang menginginkan Pemilu berlangsung jujur, adil dan tanpa intimidasi, adalah peringatan keras bagi Pemerintahan dan Rezim Jokowi untuk menyelamatkan demokrasi, Konsitusi, etika dan moral bangsa Indonesia.
"Jika Presiden Joko Widodo tidak sanggup melakukan delapan poin di atas, dan tidak mau mendengarkan baik-baik seruan para cerdik pandai saat ini, sebaiknya mengundurkan diri secara ikhlas dan legowo agar Pemilu, termasuk Pilpres di dalamnya, berjalan tanpa gangguan dan tekanan dari pihak manapun," pungkas Muslim. (rhm)





